Terima kasih kepercayaannya

Posted on
Kamis bahagia, semoga saja.

Hari ini adalah hari diadakannya rapat orang tua siswa dan guru wali kelas kelas 6.
Dalam rangka menentukan SKL untuk kelulusan anak-anak.

Seperti tahun sebelumnya, hal yang sama juga di laksanakan di tahun ini. Untuk saya rapat ini adalah hal yang sangat saya tunggu tunggu, karena rapat ini lah saya mulai mengenal orang tua siswa satu persatu. Karena ini adalah pertemuan pertama di semester awal setelah mid semester.
Disini banyak yanh bisa saya sharingkan tentang proses belajar anak anak.
Mulai dari perkembangan belajarnya hingga perkembangan secara mental anak anak.
Bahkan ada orang tua yang gak percaya dengan peningkatan nilai anaknya. 
ada yang melaporkan anaknya lebih suka main hp ketimbang belajar dan lain lain. 
Sebagai guru, bagian inilah yang sangat saya suka, saya merasaa diberikan tanggung jawab dan saya jadi orang terdekat dari anak anak, bisa di bilang orang yang paling  berpengaruh di hidup anak anak saat ini.
Sama seperti tahun sebelumnya lagi lagi beberapa orang tua meminta saya menjadi guru privatenya. Dengan alasan anak saya maunya ibu yang jadi guru les nya.
Terima kasih anak anak atas rasa nyaman yang dipercayakan kepada saya.
Karena basic saya seorang guru private, yang mengajar melalui tatap mata. Hahha
Iya tatap mata adalah hal yang sangat berpengaruh, nalurinya anak anak adalah memiliki kebutuhan dalam mendapat perhatian. Merasa selalu mengingikan perhatian dari orang yang lebih tua.
Dan tatap mata ada bukti kita memperhatikannya.
bercerita tentang anak anak, bagi saya adalah makhluk ciptaan Allah yang paling keren. Banyak hal yang bisa dibentuk semasa anak anak dan hal hal tersebut adalah hal yang paling kuat membekasnya hingga dewasa.
Menurut saya, tak akan kehabisan kata kata saya dalam mendeskripsikan makna anak anak bagi saya.
Saya selalu bersyukur dengan apa yang saya dapatkan saat ini. 
Bertemu dengan dunia anak anak adalah rizqi tersendiri untuk saya. Mereka menghibur dan bahkan terkadang memberikan saya pelajaran tentang kepolosan mereka yang sering di abaikan oleh orang dewasa.
Alhamdulillah
Saya ingin berbagi sesuatu pengalaman saya tahun pertama dipercaya memegang kelas 6. Banyak hal yang saya takuti, namu jika saya takuti saya tidak akan mendapat apa apa selain rasa menyesal karena melewatkannya.
Mulai berpikir apakah ini bisa apakah itu bisa? Bisa di bilang aku merasa stres berkepanjangan juga.
Melihat track record sekolah dengan peringkat yang lumayan. Menjadi beban tersendiri juga.
Namun dengan banyak dukungan dan masukan akhirnya aku melaluinya dengan baik, tetap semua atas izin Allah.
Semoga saja di tahun kedua ini nilai semakin meningkat. Aamiin
Selalu dengan izin Allah .
Baca Juga  MakeuPHolic II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *