Selamat Hari Santri Nasional

Posted on
Hari Sabtu, 22 oktober 2016 diperingati sebagai Hari Santri Nasional.
Hari Santri Nasional sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Keppres nomor 22 tahun 2015.
Berarti baru 1 tahun dan ini adalah tahun kedua memperingati hari santri.
Suka duka menjadi santri . Hmmmm
Balance laa suka dan duka nya. Ada step bahagia dan step sedih , itu pasti.
Sedikit berbagi tepatnya, saya nyantri di sebuah pesantren di kuburaya selama 4 tahun. Ada banyak yang saya dapatkan dari pembelajaran hidup di pesantren.
Dan itu dimulai ketika saya lulus SD, mulai dari kelas 5 SD saya sudah berkeinginan untuk masuk pesantren, bingung juga apa yang ada di benak saya saat itu, yang pasti ingin mandiri, maklum anak pertama yang selalu diawasi terus.
Lulus SD, saya pun melanjutkan sekolah menengah saya di MTS , sebut saja di sebuah pesantren, awalnya sama seperti anak anak lainnya gak betah, tapi tidak juga se, saya betah cuma kadang saya nangis iyaa itu karena rindu sama orang tua, kebiasaan yang biasa saya lakukan dirumah saat itu berubah menjadi kebiasaan baru yang harus saya jalani, kalau dirumah saya bisa kapan saja mau mandi, mau makan, mau nonton tv , kalau mau beli apapun tinggal minta. Nah saat di pesantren semua nya berubah, mandi harua ngantri, makan juga harus ngantri, gak boleh nonton tv. Bahkan yang lebih berbedanya lagi, setiap waktu hidup saya di atur oleh BEL, bel yang saat itu berkuasa atas hidup saya (😂😂😂😂lebay binggooo)
Bagaimana tidak, bangun subuh bel yang bangunin, mau sekolah bel yang ngantar kesekolah, mau sholat bel ngingatin ( bukan bel yang nyolatin ya 😂😂)
Semuaanya serba bel.
Nah di sana lah semua kehidupan di mulai, mulai dari mandi sendiri ( dirumah se juga mandi sendiri) tapi yang ini mandi nya musti nyiapin air dlu awal awal, supaya gak kehabisan air. Makan sendiri, yaa tentunya gak mungkin kan di suapin, maksudnya makan musti ngantri dulu biasanyakan di siapin di meja makan.hmmmm lalu juga cuci baju sendiri, benar-benar tanggung jawab berpindah tangan, dari dirumah yang di urusin orang tua, nah dipesantren smua nya harus dilakukan sendiri, ngemasin lemari, beresin baju de el el.
Bagian serunya dari hidup di pesantren adalah ketika menghadapi hukuman, setiap harinya hukuman itu selalu ada.
Setiap selesai sholat isya, pengumuman dari berbagai hukumanpun di umumkan, tangan gemetaran, dada sesak, dan tangan sengaja nutupin telinga supaya ketika kakak senior ngumumin nama nama yang kena hukuman itu gak ada nama kita, padahal gak ngefek se, kalau buat kesalahan ya pasti lah ada namanya di sebutkan.
Mulai dari hukuman bagian bahasa, keamanan, kebersihan dan adab.
Dan saya adalah orang yang paling langganan hukuman bagian bahasa dan bagian kebersihan.hayooo kenapa?
Kalau bagian bahasa, karena dipesantren di wajibkan berbicara dengan dua bahasa yaitu bahasa arab dan bahasa inggris, nah kalau saya suka ngomong pake logat, maklum melayu, ada logat logat melayu yang saya sering gunakan sehingga merusak bahasa itu sendiri, kalau bahasa inggrisnya saya suka lupa , maklum bahasa inggris itu bahasa yang gak kenal dirinya sendiri, kenapa gak , tulisan beda baca beda, kan kacau.
Kalau hukuman bagian kebersihan, gak lain penyebabnya suka ninggalin kertas yang bertuliskan nama saya dikelas, maklum saat itu jiwa seni saya terlalu tinggi, suka nulis apa apa saja. 
Seru se, di hukum. Ada lagi dan banyak sebenarnya hukuman yang pernah saya dapatkan, cuma kalau diceritain gak cukup waktunya (😂😂😂😂)
Setelah di umumin kesalahannya dan di hukum. Kita santri santri di wajibkan belajar,  harus pegang buku, kalau gak pegang buku ntar masuk mahkamah bagian keamanan. 
Nah kesalnya, selalu saja ada mata mata yang di berinama “jasus”, itu bisa saja teman kita sendiri yang dikasih kepercayaan di bagian keamanan. Jadi bisa tau siapa yang benar benar belajar dan  yang hanya main main pegang buku saja.
Nah sekarang bagian bahagianya.
Saya dapat banyak teman yang Allah anugrahkan kepada saya.
Mereka teman yang benar keren menurut saya, kenapa tidak? Teman seperjuangan yang sama sama belajar, sama sama ngantri, sama sama di hukum de el el laaa pokoknnya.
Di postingan saya selanjutnya saya akan memceritakan tentang pertemanan dan persahabatan saya di pesantren. 
Saya bangga menjadi santri.
Baca Juga  Vini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *