My goal

Sejatinya setiap manusia punya tujuan dalam hidupnya. Tentang apa yang diinginkan, seperti apa masa depannya, seperti apa keluarganya. Yaaa seperti itulahh
Sama seperti perempuan lainnya apa yang di inginkan tentu lah sama. Menjadi istri, ibu bahkan menjadi seorang menantu.
Untuk menjadi itu semua, banyak hal yang harus dipersiapkan. 
Ketika masa ku SMP, aku berkeinginan menikah di usia 23 tahun. Aku pun mulai mempelajari banyak hal tentang kehidupan di masa yang akan datang, berangan-angan.
Haaa terlalu dini sepertinya
Ketika SMA aku mulai banyak mendapatkan ilmu tentang menjadi istri dan ibu. Namun ada di suatu titik aku merasa takut. Terlebih tanggung jawab yang harus di emban menurutku cukup berat.Seolah tolak ukur baik tidaknya keluarga dipegang oleh istri. 
Rumah tangga bagiku hal yang luar biasa, seperti orang lain dengan mudahnya memutuskan jatuh cinta, berpacaran , walaupun akhirnya mungkin ada yang menikah atau cinta nya kandas sebelum menikah. Tapi itu tidak berlaku untukku.
Pola pikir yang di bangun di pikiranku saat aku SMP adalah menjadi wanita sebaik-baiknya dan segala apapun keistimewaan hanya boleh untuk suami bukan pacar atau dll laa.
Mungkin itulah alasan mengapa membatasi diri untuk berpacaran itu menjadi hal yang utama aku pegang hingga saat usiaku saat ini. Emangnya pacaran itu ngapain aja, sampai segitunya menjaga.
Ada suatu kebanggaan dari seorang wanita ketika hal apa yang dimiliki perempuan itu hanya untuk yang teristimewa.
Hingga saat ini prinsip kepastian selalu aku pegang, jika kau memiliki kepastian akau akan bertahan, namu jika tidak ada kepastian aku akan melepaskan apapun alasannya.
Iyaa semua pola pikir aku tentang cinta di bangun pada saat yang tepat, saat aku puber pertama di usia SMP. 
Ada suatu surah yang sangat aku favoritkan tentang mencari jodoh, sebut saja surah an-nur ayat 26 . Menjadi baik untuk yang baik. Salah satu alasanku untuk menjadi baik, walaupun kenyataannya di kehidupan banyak tantangannya, namun lagi lagi ayat tersebut mengingatkanku tentang kepantasan.
Namun di sisi lain, jeleknya aku selalu merasa tak baik saja. Efeknya aku merasa tak pantas dengannya. Selalu dan itu terjadi berulang ulang.
Jauh dari lubuk hati yang paling dalam aku tetap akan memantaskan diri dan semoga Allah memberikan hal baik padaku.
Karena Allah maha tau kebutuhan ruhani ku.
Menikah, adalah jalan menuju surga-Nya Allah.
Bersama membangun cinta dalam rumah di Surga.
Ah indahnyaa
Baca Juga  AKu yAnG BelaJar MenuLis

Admin Blog

Live Chat



admin Written by:

Seorang guru muda

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *