Mendisiplinkan Anak Menggunakan Kartu

Seseorang dianggap telah belajar jika dia dapat menunjukan sebuah perubahan perilaku, sehingga hal yang terpenting dalam belajar adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Singkatnya ini adalah sebuah penjabaran dari teori behavioristik. Dimana stimulus berupa apa yang diberikan oleh pengajar kepada peserta didik dan respon adalah tanggapan yang ditunjukan oleh peserta didik.
Berpijak dari teori tersebut Buguru mengambil sisi lain yang tidak terlalu disorotin di teori ini yaitu proses mendapat respon. Proses yang terkadang dilupakan karena terlalu focus pada respon atau hasil yang didapat oleh anak. Karena buguru tidak mengawasi belajar anak selama 24 jam, tentunya buguru harus punya cara membuat anak untuk tetap belajar dan selalu termotivasi belajar walaupun bukan di jam sekolah. Mulai dari menyiapkan buku khusus yang berisi harian belajar anak yang wajib ditandatangani oleh orang tua hingga membuat aturan dengan kartu reward dan punishment.
Berbagai cara untuk mencapai tujuan pembelajaranpun dilakukan untuk mendapat proses yang bermakna hingga mendapat respon yang baik dan bisa menjadi sebuah karakter anak. Karena ilmu-ilmu dasar pada tingkat Sekolah dasar adalah ilmu yang akan menjadi pijakan anak-anak dalam melanjutkan pemahaman terhadap materi-materi selanjutnya. Begitupun karakter yang harus dimiliki oleh anak, juga harus menjadi kebiasaan yang baik hingga anak-anak paham dalam membedakan hal baik dan hal buruk.
Untuk itu tentu saja jadi harapan buguru kedepannya untuk selalu memberikan hal-hal baik agar dapat menjadi ingatan baik selama hidup anak. Kita pasti setuju ilmu-ilmu dasar yang kita pelajari sewaktu SD adalah ingatan yang sangat kuat hingga saat ini. Karena pada usia anak-anak, sel syaraf kita yang dikenal dengan neuron terhubungan dengan sangat banyak dan membentuk sebuah sirkuit yang impactnya pengalaman menjadi ingatan dalam jangka waktu lama. Namun menginjak remaja jaringan sel syaraf mulai masuk ke dalam masa transisi atau dengan kata lain mulai menfokuskan apa saja yang digemari. Dengan memberikan banyak ilmu baru kepada anak dapat membantu anak menyambung kembali sinaps-sinaps yang telah berubah seiring proses perkembangan anak menuju remaja. Sehingga proses utama pada tahap ini adalah penataan kembali sirkuit otak.
Hampir satu bulan, Buguru menerapkan penggunaan kartu reward dan punishment, tujuannya selain mendisiplinkan anak juga untuk menikmati proses hingga tercapailah respon yang baik. Alhamdulillah selama satu bulan berjalan, hal yang sangat dirasakan adalah peningkatan motivasi belajar anak. Mereka mulai berkompetisi untuk mendapat siapa yang terbanyak mendapatkan kartu reward dan penurunan pelanggaran aturan kelas, semisal tidak piket, masuk tepat waktu ketika bel dan lain-lain.
Kartu PINK sebagai reward untuk anak yang mendapat nilai 95-100 dan untuk kelakukan baik sesuai penggunaan hak prerogatifnya buguru. Kartu kuning untuk setiap Ajapelanggaran yang dilakukan anak sesuai dengan aturan kelas dan jika anak mendapat nilai Saat pembagian raport semester adalah saat dimana penggunaan kartu pink dan kartu kuning memainkan perannya. Anak yang mendapatkan kartu pink akan mendapat nilai tambah dalam nilai raportnya dan anak yang mendapat paling banyak kartu pink, orang tuanya akan mendapat hadiah dari hasil belajar anak, hadiahnya dari siapa? Tentu saja hadiah tersebut dari anak-anak itu sendiri. Jadi siapa yang rela hadiah yang mereka buat harus untuk orang tua temannya, mereka ingin hadiah tersebut untuk orang tuanya masing-masing. Lalu bagaimana dengan kartu kuning? Anak yang mendapat kartu kuning akan mendapat pengurangan nilai dan orang tua anak yang mendapat paling banyak kartu kuning anak dipanggil dan berikan berupa penjelasan. Tentu saja anak paling takut kalau udah orang tuanya dipanggil khusus akibat kesalahan-kesalahannya.

Baca Juga  Tutorial jilbab SegiEmpat-Simple Blue by vinii


Namun menjadi hal baik juga untuk buguru, buguru menjadi tidak menunda-nunda koreksian hasil kerja anak, karena setiap hasil kerja anak dikumpulkan, mereka selalu mendesak untuk dikoreksi dengan alasan penasaran siapa yang akan dapat kartu pink dan kartu kuning. Namun dengan adanya penggunaan kartu ini mengurangin pekerjaan tambahan buguru yaitu berceloteh di kelas menjadi lebih sedikit dan tentu saja membuat penuaan dini kulit buguru menjadi lebih lama dan Lebih banyak tersenyum karena melihat respon baik dari anak.
Apapun cara dalam mendapat respon yang baik adalah untuk tercapainya tujuan pembelajaran, kita sebagai guru hanya sebagai fasilitator anak dalam belajar dan untuk mendapatkan hasil yang baik pula. Mencoba banyak hal untuk membuat sebuah perubahan dan bermanfaat dalam jangka waktu yang lama. Menjadi guru adalah pilihan namun memberikan kesan baik adalah kewajiban. Menjadi orang yang diingat anak dimasa yang akan datang adalah impact dari usaha-usaha guru dalam mewujudkan apa yang dicita-citakan anak. Menjadi orang tua memang tak pernah ada sekolahnya namun menjadi guru untuk diri kita sendiri adalah cara menjadi orang tua yang baik untuk anak. Ingat!!! Guru itu digugu dan ditiru lohhhh.
pak Larispique Philidor bilang “ Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri anda. Cobalah lihat kupu-kupu seandainya saja ia memiliki keraguan maka ia akan hidup dan mati sebagai ulat bulu yang hanya bisa merangkak.”
Hari ini dan esok adalah hari untuk selalu memulai dan memulai, memulai tanpa ragu namun jangan lupa untuk mengakhiri karena hal yang sempurna selalu memiliki awal dan akhir. Semangat perubahan untuk keberkahan ilmu di masa yang akan datang.

Admin Blog

Live Chat



admin Written by:

Seorang guru muda

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *