Ketidaksiapan

Posted on
Rasa ketidaksiapan diri dalam menerima kenyataan sering menjadi momok dalam diri kita. Aku sebagai orang yang berusaha memahami hidup mungkin akan menamainya dengan dendam.
Aturan yang tak sejalan dengan keinginan namun dituntut untuk menerima.
Sesekali mungkin sulit, selanjutnya akan terbiasa bahkan tak akan memperdulikan keadaan.
Terbiasa? Mungkin terbiasa menghindar maksudnya.
Mempertahankan diri dalam zona aman yang sering disebut dengan ketidakpedulian.
Beberapa tahun ini aku menjalaninya rasa itu sebagai benalu yang selalu mengerogotiku tanpa aku sadari.
Menyakitkan, tentu saja akau terlihat menyedihkan bahkan mungkin sebagai akan merasakan kekecewaan.
Iyaaa akibat dariku
Teringat jelas saat aku bermula seperti ini tepatnya tahun 2010.
Sosok yang kubanggakan, sosok yang sangat aku sayangi di uji oleh Allah dengan sebuah penyakit.
Saat itu aku mulai kehilangan, walaupun sebenarnya hingga saat ini selalu menemani.
Efek samping dari penyakitnya adalah ketidakstabilan emosinya.
Mulai saat itu orang yang aku sayangi ini mengaanggap apa yan disekitarnya sebagai sebuah kemarahan.
Aku yang tak siap menerima kenyataan itupun berusaha ingin merubahnya.
Walaupun pada dasarnya itu adalah ketidakmungkinan.
Penyumbatan di otak yang berpengaruh pada syaraf emosinya.

Hingga pada hari bahagiakupun aku tak dapat melihatnya hadir dengan alasan tak mampu melihatku menggunakan toga
Baca Juga  kepribadian berdasar golongan darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *