Jadilah Terang dalam Gelap

Posted on

“. . . tetap semangat adikku, Jadilah terang dalam gelap”. (cuplikan chat whatsapp dari seorang yang sangat saya hormati)

Kemampuan mata untuk melihat adalah saat ada cahaya yang dipantulkan benda ditangkap oleh mata, menembus kornea dan diteruskan oleh pupil. Tanpa cahaya semua akan gelap, lalu bagaimana mungkin bisa bersinar di dalam gelap jika itu bukan sumber cahaya?
Tanya itu hadir di saat ketakutan menghantui seperti raksasa yang sedang mengejar.

Ketakutan selalu datang kapan saja, iya kapan saja. Bahkan tanpa pernah peduli kapan dan dimana, entah dalam suasana hati seperti apa ia selalu punya cara untuk menghantui. Dalam ruang sempit kita takut akan sesak napas. takut kehabisan oksigen sehingga akhirnya mati, begitu seterusnya.

Tuhan, Engkau anugrahkan manusia dengan akal dan hatinya. Mereka bepikir dan mereka merasai. begitupun mereka selalu punya tugas untuk tetap saling menyatukan hati dan pikirannya. bisa saja terdeskripsi dalam tawa atau bisa saja mereka hadir dalam tangis berkepanjangan.

Bagaimana jika? dua kata ini adalah kalimat tanya yang mampu menginterpretasikan rasa takut. Katanya mereka menganggap diri mereka bijak hingga mudah saja baginya mempertimbangkan kemungkinan terburuknya. Namun tanpa sengaja mereka tak sadar jika itu adalah sebuah ketakutan, ketakutkan emosional yang berujung pada pesimisme seseorang.

Semoga dalam jurang selalu ada pertolongan pertama, semoga dalam kobaran api selalu ada api lain yang meredupkan, semua kemungkinan selalu ada, namun selama tulang belakang masih bisa membungkuk menyentuh tempat sujudmu, kau tak pernah sendiri. Allah selalu ada menemani.

Jika Allah bersama kita? Bagaimana bisa manusia menyerah? Jika hidup selalu punya akhir bagaimana bisa kita tak mengejarnya? Terlebih agar tak pernah ada sesal, selalu ada yang kita banggakan, namun bukan satu satu nya kebanggaan. Hanya satu diantara banyak kebanggaan yang harus kita raih. Kau tau? Saat seseorang tenggelam Allah kirim orang lain yang tanpa sengaja melihatnya untuk membantu. Begitupun kau, saat kau bersama Allah, Allah akan kirim seseorang yang akan membantumu. Percayalah…kau tak pernah sendiri.

Baca Juga  Jangan Jatuh Cinta pada Si Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *