Dilanda Ketidakrinduan

Posted on
Aku ingin bicara tentang ketidakrinduanku.
KeHampaan iya sepertinya.
Tidak, itu hanya perasaan yang sebenarnya tak begitu sengaja.
Mungkin semua berawal dari rasa ketidakrinduan.
Waktu bermain dan akhirnya muara tak selalu pada delusi yang sama.
Hambar seperti itulah keadaannya..
Kamu kenapa? Tanya hati yang terluka
Diam hening hanya ada desah napas menahan sesak jatuhnya air mata.
Lagi-lagi waktu berperan seolah tak mau kalah.
Rapuh? Tidak, itu hanya akibat retakan kecil yang termakan kekecewaan.
Hindari saja biar kebisingan aku tenang.
Pergi saja biar jasadmu tak seelok utuh.
Andai kau kaca…. Yaa pasti lah sudah aku pecahkan
Kau tau lesung kan. Iyaaa ingin utuhmu aku lumatkan pada lesung.
Aku buang, aku injak.dan hilang.
Hahahaha
Aku telah tertawa.
Kapan?
Kemarin ketika malam berganti fajar.
Tapi aku akan menangis.
Kapan?
Ketika senja datang dan berkata kasihan kamu siang meninggalkanmu tanpa pamit.nasibmu sudah seperti itu adanya.
Namun ada saatnya aku terdiam menikmati dingin.duduk ditepi jendela memandangi rintik irama yang mendayung, sssttt kenapa dia?
Dia sedang mengajakku mengenang masa lalu.
Oh tidak!!!!
Itu kegilaan yang ku buat.
Lupakan ingat betapa ada masa yang kau rasakan rindu tapi diubahnya menjadi ketidakrinduan.
Kau ingat itu?
Iyaaa aku ingat jelas
Sekarang ada pelangi sesudah hujan.
Apa yang aku inginkan?
Cintai dia, sayangi dia semestinya.
Aku bisa?
Iya kau bisa asalkan kau rasakan ketulusan.
Dimana?
Disisi terdalam hati, dia datang bersama kejujuran.
Sejenak hening dan aku kembali tidur untuk merasakan ketidakrinduan.
Baca Juga  Amalan dApat jOdoh yang terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *