[CeritaBuguru] Saya tak ingin Melanjutkan Sekolah

Posted on

“Bu, si Fulana gak mau masuk SMP bu, katanya dia Cuma mau sekolah sampai SD aja” Celoteh seorang teman yang begitu pedulinya pada temannya.

Sedikit kaget ketika mendengar satu diantara banyak siswa ada yang tidak ingin melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Dalam hati bu Guru sedikit menggerutu “ Aduh apa lagi ini?” , namun bu Guru tetap berpikir mencari cara agar si Fulana mengurungkan niatnya untuk tidak melanjutkan ke SMP.

Dengan senyum bu Guru memanggil si Fulana, Sekedar berbasa-basi bertanya apa kabar dan lain sebagai hingga akhirnya sampai ke topic pembicaraan yang sebenarnya.
“Ibu dengar dari temanmu, kamu tidak ingin melanjutkan SMP ya?” Tanya Bu Guru
“ Iya bu” Jawab Fulana tanpa berani menatap wajah Bu Guru.
“Ibu boleh tau apa alasannya?”Lagi-lagi Bu Guru penasaran.
“Gak ada kenapa-kenapa bu?” Fulana menjawab dengan menghindari bu Guru dan duduk ke kursinya.

Dengan tarik napas sedikit panjang dan kembali menghembuskan udara dari mulutnya menahan sabar, tapi tetap bu Guru berdoa untuk Fulana.

Berbagai cara dilakukan bu Guru hingga suatu saat bu Gurukembali memanggil Fulana dan kali ini Fulana mulai berani menatap mata bu Guru, sehingga memudahkan bu Guru untuk masuk dalam pemikirannya. (. . . seperti paranormal saja). Fulana mulai berani menceritakan akar masalah nya, sebagai anak bungsu, Fulana tak ingin kehilangan kasih sayang dari abang-abangnya, maklum anak bungsu dengan tiga orang abang yang sangat memanjakan Fulana membuat Fulana tak rela kehilangan kasih sayangnya. Ibu kandung Fulana hamil dan sudah menginjak tiga bulan. Selama ini Fulana tidak pernah bercerita alasannya. Nasihat demi nasihat tak membuat Fulana menyerah, dengan wajah sedikit memerah Fulana tetap mengyatakan bahwa dirinya tetap tidak akan masuk SMP dan tidak ingin memegang adiknya jika sudah lahir nantinya.

Baca Juga  Lelaki ku

Lagi-lagi solusi bahkan kata yang ditunggu bu Guru “ iya bu, saya akan tetap melanjutkan ke SMP, sama sekali tak bu Guru dapatkan. Namun tetap hati bu Guru berdoa semoga Allah membukakan hati Fulana.

Hari demi hari teru berlalu dan Fulana masih dengan suasana hati yang malas untuk mengikuti pembelajaran. Hingga suatu hari, Fulana dating menghampiri bu Guru dan meminta maaf.
“ Bu, saya minta maaf bu, saya ingin melanjutkan SMP dan saya sadar dengan apa yang ibu bilang kemarin”.
Dengan mata merah menahan air mata, bu Guru menghembus napas lega,
Lalu apa yang sudah dikatakan bu Guru sebelumnya.
“ Adik kecil kamu titipan Allah, Allah kasih adik kecil ke kamu, karena Allah tau kamu berhak mendapatkan adik. Ibu punya banyak adik, dan itu adalah kebahagiaan ibu, setiap hari ibu punya teman bergurau, kamu mau merasakan keseruannyakan, makanya terima adik kamu dan kamu jangan takut kehilangan kasih sayang abang-abang kamu, selama kamu masih sebagai adik dari abang-abang kamu”.

Tentu saja perkataan tersebut tak diucapkan begitu saja, tentunya dengan sentuhan dan suara pelan. Lah kenapa harus dengan sentuhan dan suara pelan?
Nalurinya anak-anak membutuhkan kasih sayang, ketika kita menyentuh tangannya, ada sesuatu yang mendeskripsikan bahwa ada rasa kasih sayang yang diberikan kepada anak. Begitupun dengan suara pelan, seperti berbisik adalah cara membujuk yang paling sering dilakukan oleh ibu kita selagi kecil.
Selagi kecil kita dengan legowonya menurut dengan bujukan ibu, walaupun lagi marah besar, sampai sedewasa inipun kita tetap akan mengalah dengan bujukan ibu.

Fulana mengajar bu Guru arti kesabaran, hikmah setelahnya Fulana menjadi semakin rajin belajar dan kehadirannya di sekolah sudah tidak dihiasi dengan huruf A lagi dan bu Guru tak berhenti menceritakan indah ketika menginjak remaja dan masuk ke SMP dan jenjang selanjutnya. Kadang mereka tertawa jika lucu, kadang mereka heran jika ceritanya sedikit ribet.

Baca Juga  Bersyukur dan Ikhlas

Anak-anak selalu punya rahasia dan kadang anak-anak tidak mampu menceritakan hal-hal apa yang mereka rasakan, mereka hanya tau jika mereka sedih, marah atau kesal tanpa mau mengerti bagaimana cara memberitahukan kepada orang yang lebih dewasa.
Anak-anak adalah suatu anugrah, mereka cerdas dengan kemampuan yang mereka miliki.
Namun dibalik itu semua anak-anak selalu mengajarkan tentang kepolosan, meraka anak baik selama diarahkan kearah baik. Tugas kita adalah tidak memberikan contoh buruk dan tidak berkata buruk tentang apapun. Jadikan hidup mereka dalam hal-hal yang baik.

2 thoughts on “[CeritaBuguru] Saya tak ingin Melanjutkan Sekolah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *