Seberkas Cahaya Ilmu di Rumah Pintar Astra

Seberkas Cahaya Ilmu di Rumah Pintar – Hampir dari kita tidak asing mendengar nama Astra, bahkan setiap produk dan layanan Astra dapat kita rasakan. Berdiri pada tahun 1957, dahulu dikenal dengan nama Astra International Inc sekarang sudah berusia 60 Tahun, walaupun pada tahun 1990 mengalami perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk namun tidak menghambat perkembangannya dalam dunia manufacture industri otomotive nasional. Dari masa ke masa, ASTRA telah bergelut melintasi krisis politik, budaya dan fluktuasi moneter. ASTRA merangkak, jatuh, bangkit dan terus membangun tanpa henti.

Dalam hidup seseorang adalah ketika kita menjadi bagian yang berpengaruh dari hidupnya. Begitupun ketika saya menjadi seorang guru, kebanggaan terbesar dalam hidup saya adalah ketika saya menjadi orang yang paling berpengaruh dalam hidup siswa – siswa saya. Bahkan setiap moment mereka menikmati pendidikan akan menjadi kenangan yang selalu diingat dalam jangka waktu lama. Astra, Selama 60 tahun berkarya Astra selalu berusaha memberikan yang terbaik melalui kontribusi sosial yang berkelanjutan dalam jangka panjang, semua dilakukan Astra karena Astra memiliki nilai-nilai luhur dari Catur Dharma yang tidak pernah hilang dan selalu berinovasi dengan berlandaskan nilai-nilai tesebut agar terus berkembang sesuai perkembangan zaman.

Perusahaan Multinasional ini berdedikasi dalam bidang pendidikan dan menunjukan kesungguhannya  melalui  program Corporate Social Responsibility atau CSR. Astra telah menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial dalam bidang pendidikan berupa program Rumah Pintar dalam meningkatkan mutu pendidikan Bangsa Indonesia.

Mencerdaskan Bangsa Melalui Rumah Pintar

Rumah Pintar adalah satuan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan minimal lima sentra layanan program, meliputi: sentra buku, sentra komputer, sentra kriya, sentra panggung atau audio visual, dan sentra bermain. Dengan kata lain, Rumah Pintar sebagai rumah belajar bagi  masyarakat yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

 

Latar Belakang dan Tujuan Rumah Pintar

Berdirinya Rumah Pintar lahir dari ide dan pemikiran Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Susilo Bambang Yodhoyono  untuk turut berperan dalam mensejahterakan bangsa, maka Ibu Negara bersama Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) menggagas Program Indonesia  Pintar. Pada 2013, Astra bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim, anak perusahaan dan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) menggagas dan membangun Rumah Pintar sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui pengetahuan dan keterampilan Astra melakukan pengembangan hardware seperti kegiatan pembangunan Rumah Pintar dan fasilitasnya serta pengembangan software dimana dilakukan pelatihan bagi pendamping rumah pintar Astra oleh SIKIB, Ibu Okke Hatta Rajasa dan Ibu Laily M. Nuh serta pakar pendidikan Indonesia, Bapak Arief Rachman.

Tujuan utama dari Program Indonesia Pintar adalah mewujudkan masyarakat berpengetahuan, masyarakat sejahtera (welfare society) dan masyarakat yang beradab (civilized society). Masyarakat Sejahtera dan masyarakat yang memilki peradaban akan dicapai melalui masyarakat yang memiliki pengetahuan. Selain itu tujuan berikutnya Rumah Pintar adalah meningkatkan minat baca, mengembangkan potensi kecerdasan anak, pengenalan teknologi melalui pembelajaran di 4 sentral, mengembangkan dan memberdayakan keterampilan masyarakat berbasis potensi lokal melalui Sentra K, meningkatkan taraf hidup keluarga ,Memacu kreativitas masyarakat  guna mempertahankan dan melestarikan budaya lokal dan Menumbuh kembangkan kemampuan berwirausaha berbasis potensi lokal

 Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 49 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Nonformal.
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013 tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal

Fungsi Rumah Pintar

Rumah Pintar adalah  “Rumah belajar “untuk masyarakat  sebagai tempat Mengenalkan teknologi baru dan memberikan pelayanan pendidikan guna mengembangkan potensi yang dimiliki anak secara optimal sehingga dapat menjadi generasi yang berkualitas di masa mendatang. Generasi yang mempu berwasawan luas serta memiliki potensi yang unggul dalam segala hal, serta membantu anak  dalam memahami perkembangan  kemajuan zaman. Pemberdayaan kaum perempuan dengan segala potensi yang dimiliki melalui pelatihan dan pendidikan di sentra-sentra, khususnya sentra kriya, membantu kaum perempuan menjadi lebih kreatif dalam mengeksplorasi kemampuan diri. Mengembangkan keterampilan kaum ibu/bapak dengan berbasis potensi lokal, sehingga diharapkan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan dapat meningkatkan  kesejahteraan dan kemakmuran,Sebagai tempat untuk memacu kreativitas guna mempertahankan, melestarikan, dan mengembangkan budaya lokal, mengasah kreatifitas masyarakat dalam melestarikan potensi lokal, Menumbuhkembangkan masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam berwirausaha. Termasuk di dalamnya  menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera.

Sasaran Rumah Pintar

Sasaran prioritas  Rumah Pintar adalah masyarakat padat penduduk, daerah terdepan, bencana, konflik, dan kurang sarana pendidikan, terdiri dari anak-anak , remaja,  kaum perempuan dan lansia. Tentu saja untuk semua jenis kalangan dapat merasakan manfaat dari Rumah Pintar. Pembangunan Rumah Pintar oleh Grup Astra tersebar di 11 provinsi di Indonesia dengan  total pembangunan  20 Rumah Pintar.

 

Peta Sebaran

Melalui Rumah Pintar, membuktikan konsistensi Astra dalam berkomitmen meneladani nilai-nilai luhur 4 pilar Catur Dharma. Bagi saya seorang guru, adanya rumah pintar ini adalah prasarana dalam menunjang belajar siswa, merupakan hal yang sangat membantu siswa dalam menambah pengetahuan setelah pendidikan formal siswa. Untuk itu sudah selayaknyalah ucapan terima kasih kepada Astra kami haturkan, karena Astra sangat peduli terhadap meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

 

Sumber Referensi :

www.astra.co.id

http://p2rpn.com

Roadshow ” Duta Internet Baik” di Kota Khatulistiwa

Hampir semua kalangan di masa sekarang adalah pengguna aktif internet, bahkan dalam keseharian internet dapat memudahkan kita dalam menyelesaikan pekerjaan dan sebagai alat hiburan melepas kelelahan dengan bermain games misalnya. namun dengan kemajuan zaman seperti ini kita terkadang tidak sadar efek yang ditimbulkan baik dari segi negatif dan positif penggunaan internet.
Beberapa hari lalu Buguru hadir sebagai peserta seminar “Mengasuh Anak di Era Digital” yang diselenggarakan oleh Telkomsel dalam acara Roadshow “Duta Internet Baik. Seminar tersebut diperuntukan untuk Guru, Orang tua, Komunitas dan yang memiliki ketertarikan dalam bidang edukasi digital. Antosias pesertanya sangat luar biasa, bahkan untuk menjadi peserta saja kita benar-benar dipastikan untuk bisa hadir, pihak panitia bahkan menghubungi melalui email, sms dan telepon untuk memastikan kehadiran peserta. Kenapa? karena pendaftaran peserta melebihi dari kuota yang ditentukan. Kuota diperuntukkan 250 peserta, namun yang hadir hampir 400 orang, bahkan menurut panitia peserta yang meregistrasi online itu ada lebih dari 400 orang. Karena kuota yang melebihi dari yang ditargetkan banyak peserta tambahan yang tidak mendapatkan goodie bag. no problem yang penting ilmunya.
Dengan tiga orang narasumber yang sangat-sangat membuat peserta antosias mendengarkan, adapun narasumber dalam seminar ini, Kak Hilman Almadani, beliau adalah seorang psikolog dan trainer dari Yayasan Kita & Buah Hati yang fokus dalam kegiatan konsultasi seputar isu keluarga dan pengasuhan anak, Kak Dewi, Beliau dari ICT Watch yang merupakan penyedia panduan literasi untuk orang tua dan guru, selanjutnya Kak Saad, dari KAKATU, sebuah aplikasi startup edukasi asal Bandung.

 

Dan ini penampakan buguru saat menjadi peserta di hari pertama.


Acara berlangsung selama dua hari, hari pertama diisi dengan seminar dan hari kedua dengan workshop, untuk hari kedua, panitia  membatasi peserta hanya 75 orang yang terdiri dari 3 kelas, 25 orang kelas edukasi anak, 25 orang kelas blogger dan 25 orang kelas video maker. Namun hari kedua lagi-lagi seperti hari pertama, kuota yang awalnya hanya 75 orang menjadi 105 orang, jadi ada kelebihan sekitar 30 orang, dan kelas yang paling diminati adalah kelas edukasi anak.
Sedikit ingin berbagi, di hari pertama kak Astri Nurahma, menjelaskan sedikit tentang program dari #internetBAIK yang bisa membantu ayah dan bunda dalam memproteksi dan mengontrol penggunaaan handphone pada anak.
Apa itu Family Protect?
Family Protect adalah layanan yang memungkinkan orang tua memantau dan mengelolah aktivitas perangkat telepon anak-anak untuk memastikan keamanan penggunaan agar tidak terkena dampak buruk dari penggunaan akses internet.


Nah, jadi ayah bunda bisa memantau apa saja yang dilakukan anak di ponselnya, ada beberapa fitur yang ada di layanan Family Protect yaitu fitur konten yang aman yang berfungsi memblokir konten negatif maupun konten dewasa , fitur mengelolah aplikasi berfungsi untuk memblok pengunduhan dan mematikan fungsi pembelian aplikasi, fitur mengatur waktu kegiatan online dalam beberapa kondisi sepeerti waktu belajar, sekolah dan istirahat, mengelolah fitur perangkat. Ada aplikasi yang di simpan di handphone ayah bunda dan ada juga di handphone anak.
Tujuannya buat apa se? apa tidak membatasi ruang gerak anak dalam berinternet?
kita bisa saja percaya sepenuhnya dengan anak, namun selalu saja ada banyak kemungkinan yang terkadang lepas dari kendali kita, misalnya adanya cyber bulling, akses pornorafi bahkan dari efek anak yang bermain games seharian tanpa ingat waktu hingga mengabaikan belajar.
Bahkan untuk Ayah Bunda yang sibuk bekerja di luar rumah yang memiliki waktu sedikit untuk berinteraksi dan memantau apa saja yang dilakukan anaknya di handphone family protect sangat membantu.
“Bahaya yang paling besar bukan akses pornografi atau main game seharian tapi bahaya yang paling besar adalah ketika orang tua tidak sadar bahwa bencana itu ada di sekitar kita” ( Elly Risman)
Kita sadari anak zaman now udah menang banyak di banding emak-emak zaman dulu, bahkan mereka lebih handal dalam menggunakan handphone pintar zaman now.
Setidaknya kesadaran untuk orang tua dan buguru juga, untuk lebih melek teknologi, bahkan anak bisa jauh lebih pintar lagi , misalnya setlah menggunakan handphone dan membuka situs yang aneh-aneh, mereka bisa saja menghapus history-nya, baikk di browser maupun di youtube. bisa kalah kan kita?
Dengan Program Roadshow “ Duta Internet baik” ini, Telkomsel berharap peserta dapat bersama-sama mewujudkan ekosistem digital yang lebih baik.
Ekosistem digital yang seperti apa?
Ekosistem digital yang memiliki  kebiasaan untuk keren berinternet, seperti:
THINK ( True, Hurtful, Illegal, Necessary, Kind)
Beberapa pertanyaan tersebut perlu kita tanyakan pada diri kita sebelum kita memposting atau akan membagikannya ke orang lain. apalagi sekarang banyak info-info kebenarannya diragukan namun tetap saja di share seperti pesan yang bertuliskan “ info dari grup sebelah..” grup mana? dari mana asalnya kita saja tidak tau. jadi, jangan aasal posting yaaa buibu
Respect
memposisikan diri kita di posisi orang lain, guna menghindari postingan yang dapat menyakiti hati orang lain
Turn Back The Hoax
Tidak semua berita bisa kita sharing ke orang lain dan harus menunggu kita untuk menyikapi segala hal, cerdas dalam menyikapi dan memberi respon yang baik pada setiap postingan.
Take Care Yout Self Branding
Setiap orang punya cara dalam mengenalkan dirinya ke orang lain, buat lah sesuatu yang membuat orang mengenal Brand-mu karena postingan di media sosial dapat mencerminakan kepribadianmu
Tell- Report- Block
Jika ada konten yang dapat menyakiti hati lakukan dengan dengan Tell yaitu memberi nasihat dengan kata-kata yang baik, Report yaitu tidak digubris , dengan menggunakan fitur reprt untuk melaporkan ke penyedia layanan, Block .

Ingat Kehidupan Nyatamu

Ada gelagat anak yang perlu kita cermati saat berinternet menurut rumus keren #InternetBAIK
1.    Menerima Sejumlah pesan yang tidak biasa
2.    Menutup layar monitor dan window dangan cepat
3.    mengakses internet saat larut malam
4.    mengubah pasword dan tidak mau memberitahukan kepada orang tua
5.    Menggunakan komputer selain di rumah
6.    Mulai memisahkan diri dari keluarga dan teman-temannya
7.    Anda menemukan foto-foto asing di komputer
8.    Menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal
9.    Menerima kiriman surat, hadiah atau paket dari orang yang tidak dikenal
10.    Menemukan file atau gambar yang tidak senonoh di komputer

Mengapa kita harus seproteksi itu? okee ayah bunda, buguru ingin memberikan sedikit penjelasan tentang apa yang udah buguru dapatkan selama menjadi peserta, yaitu tentang bahaya sinar biru yang dapat merusak mata dan rusaknya otak anak akibat menonton video porografi.

Apa itu Sinar Biru?

Sinar biru adalah paparan sinar dari perangkat digital. Sinar biru tersebut awalnya diciptakan sebagai sinar buatan untuk menerangi layar gadget yang kita gunakan.

Apa akibat yang ditimbulkan dari paparan Sinar Biru?

Sinar Biru pada Ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin atau hormon yang mengendalikan siklus tidur dan bangun tidur, sehingga sinar biru dengan sendirinya dapat merusak siklus tidur, siklus tidur terganggu sehingga banyak hal yang dapat berakibat semisal menjadi lambat berpikir & merespon, mudah lupa dankurang berkonsentrasi selain itu hormon pertumbuhanpun menjadi tidak signifikasi dan berakibat pertumbuhan menjadi terganggu. Selain itu sinar biru juga bisa merusak retina mata, menimbulkan katarak, bahkan bisa meningkatkan depresi dan resiko kanker.

lalu bagaimana dengan otak apabila menonton video porno, apabila telah kecanduan, maka otak bagian tengah dan depan yang disebut dengan Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil. Seningga menimbulkan banyak hal yang berakibat fatal pada perilaku anak.

Apa yang harus dilakukan orang tua?

Menurut Kang Hilman, Sebagai orang tua kita harus membangun komunikasi dan kelekatan dengan anak, hingga timbul kepercayaan anak terhadap orang tua, selanjutkan kita bisa mengedukasi anak hingga memudahkan kita dalam mengontrol perilaku anak-anak.

Apapun yang terbaik diberikan untuk anak, termasuk dalam pengasuhan di zaman yang saat ini penuh dengan  tantangan baru untuk ayah bunda, mengapa tidak? ada banyak hal yang baru bahkan jika kita mengkaji bagaimana penjagaan orang tua zaman dulu dan orang tua zaman sekarang saja tentu sangat berbeda.

Dunia internet pada dasarnya akan menjadi baik padai siapa yang menggunakannya dengan baik, namun juga akan menajdi buruk pada siapa yang mengunakannya dengan buruk juga, sehingga bukannya mendapat hal-hal baik dari dunia internet namun malah sebaliknya, padahal dunia internet adalah duni yang punya banyak menfaat dalam kehidupan kita sehari-hari, untuk anak dunia internet adalah dunia yang dapat membuat anak mengetahui pengetahuan baru dan sebagai tempat belajar. dan kita sabagai orang tua harus menjadi pendamping anak dalam menggunakan dunia internet. Menjelaskan kepada anak akan lebih baik ketimbang melarang anak, karena semakin melarang rasa ingin tahu anak akan menjadi lebih besar sehingga anak akan mencari jawaban di luar rumah. kalau sudah begitu ada yang tak bisa kita jaga.

Berikut Galeri workshop di hari kedua di kelas Blogger ” Cara Promosi Asyik di Internet” dengan pematerinya Bang Dwi dan Kak dewi

 

 

dok. tugas peliputan

 

Dok. Presentasi hasil liputan

 

Mendisiplinkan Anak Menggunakan Kartu

Seseorang dianggap telah belajar jika dia dapat menunjukan sebuah perubahan perilaku, sehingga hal yang terpenting dalam belajar adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Singkatnya ini adalah sebuah penjabaran dari teori behavioristik. Dimana stimulus berupa apa yang diberikan oleh pengajar kepada peserta didik dan respon adalah tanggapan yang ditunjukan oleh peserta didik.
Berpijak dari teori tersebut Buguru mengambil sisi lain yang tidak terlalu disorotin di teori ini yaitu proses mendapat respon. Proses yang terkadang dilupakan karena terlalu focus pada respon atau hasil yang didapat oleh anak. Karena buguru tidak mengawasi belajar anak selama 24 jam, tentunya buguru harus punya cara membuat anak untuk tetap belajar dan selalu termotivasi belajar walaupun bukan di jam sekolah. Mulai dari menyiapkan buku khusus yang berisi harian belajar anak yang wajib ditandatangani oleh orang tua hingga membuat aturan dengan kartu reward dan punishment.
Berbagai cara untuk mencapai tujuan pembelajaranpun dilakukan untuk mendapat proses yang bermakna hingga mendapat respon yang baik dan bisa menjadi sebuah karakter anak. Karena ilmu-ilmu dasar pada tingkat Sekolah dasar adalah ilmu yang akan menjadi pijakan anak-anak dalam melanjutkan pemahaman terhadap materi-materi selanjutnya. Begitupun karakter yang harus dimiliki oleh anak, juga harus menjadi kebiasaan yang baik hingga anak-anak paham dalam membedakan hal baik dan hal buruk.
Untuk itu tentu saja jadi harapan buguru kedepannya untuk selalu memberikan hal-hal baik agar dapat menjadi ingatan baik selama hidup anak. Kita pasti setuju ilmu-ilmu dasar yang kita pelajari sewaktu SD adalah ingatan yang sangat kuat hingga saat ini. Karena pada usia anak-anak, sel syaraf kita yang dikenal dengan neuron terhubungan dengan sangat banyak dan membentuk sebuah sirkuit yang impactnya pengalaman menjadi ingatan dalam jangka waktu lama. Namun menginjak remaja jaringan sel syaraf mulai masuk ke dalam masa transisi atau dengan kata lain mulai menfokuskan apa saja yang digemari. Dengan memberikan banyak ilmu baru kepada anak dapat membantu anak menyambung kembali sinaps-sinaps yang telah berubah seiring proses perkembangan anak menuju remaja. Sehingga proses utama pada tahap ini adalah penataan kembali sirkuit otak.
Hampir satu bulan, Buguru menerapkan penggunaan kartu reward dan punishment, tujuannya selain mendisiplinkan anak juga untuk menikmati proses hingga tercapailah respon yang baik. Alhamdulillah selama satu bulan berjalan, hal yang sangat dirasakan adalah peningkatan motivasi belajar anak. Mereka mulai berkompetisi untuk mendapat siapa yang terbanyak mendapatkan kartu reward dan penurunan pelanggaran aturan kelas, semisal tidak piket, masuk tepat waktu ketika bel dan lain-lain.
Kartu PINK sebagai reward untuk anak yang mendapat nilai 95-100 dan untuk kelakukan baik sesuai penggunaan hak prerogatifnya buguru. Kartu kuning untuk setiap Ajapelanggaran yang dilakukan anak sesuai dengan aturan kelas dan jika anak mendapat nilai Saat pembagian raport semester adalah saat dimana penggunaan kartu pink dan kartu kuning memainkan perannya. Anak yang mendapatkan kartu pink akan mendapat nilai tambah dalam nilai raportnya dan anak yang mendapat paling banyak kartu pink, orang tuanya akan mendapat hadiah dari hasil belajar anak, hadiahnya dari siapa? Tentu saja hadiah tersebut dari anak-anak itu sendiri. Jadi siapa yang rela hadiah yang mereka buat harus untuk orang tua temannya, mereka ingin hadiah tersebut untuk orang tuanya masing-masing. Lalu bagaimana dengan kartu kuning? Anak yang mendapat kartu kuning akan mendapat pengurangan nilai dan orang tua anak yang mendapat paling banyak kartu kuning anak dipanggil dan berikan berupa penjelasan. Tentu saja anak paling takut kalau udah orang tuanya dipanggil khusus akibat kesalahan-kesalahannya.


Namun menjadi hal baik juga untuk buguru, buguru menjadi tidak menunda-nunda koreksian hasil kerja anak, karena setiap hasil kerja anak dikumpulkan, mereka selalu mendesak untuk dikoreksi dengan alasan penasaran siapa yang akan dapat kartu pink dan kartu kuning. Namun dengan adanya penggunaan kartu ini mengurangin pekerjaan tambahan buguru yaitu berceloteh di kelas menjadi lebih sedikit dan tentu saja membuat penuaan dini kulit buguru menjadi lebih lama dan Lebih banyak tersenyum karena melihat respon baik dari anak.
Apapun cara dalam mendapat respon yang baik adalah untuk tercapainya tujuan pembelajaran, kita sebagai guru hanya sebagai fasilitator anak dalam belajar dan untuk mendapatkan hasil yang baik pula. Mencoba banyak hal untuk membuat sebuah perubahan dan bermanfaat dalam jangka waktu yang lama. Menjadi guru adalah pilihan namun memberikan kesan baik adalah kewajiban. Menjadi orang yang diingat anak dimasa yang akan datang adalah impact dari usaha-usaha guru dalam mewujudkan apa yang dicita-citakan anak. Menjadi orang tua memang tak pernah ada sekolahnya namun menjadi guru untuk diri kita sendiri adalah cara menjadi orang tua yang baik untuk anak. Ingat!!! Guru itu digugu dan ditiru lohhhh.
pak Larispique Philidor bilang “ Jangan pernah ragu dengan potensi yang ada dalam diri anda. Cobalah lihat kupu-kupu seandainya saja ia memiliki keraguan maka ia akan hidup dan mati sebagai ulat bulu yang hanya bisa merangkak.”
Hari ini dan esok adalah hari untuk selalu memulai dan memulai, memulai tanpa ragu namun jangan lupa untuk mengakhiri karena hal yang sempurna selalu memiliki awal dan akhir. Semangat perubahan untuk keberkahan ilmu di masa yang akan datang.

[CatatanBuGuru] Merangkai Masa Depan Melalui Cita-cita

Seperti biasa,setiap awal tahun ajaran baru buguru memberi tugas pertama pada anak-anak yaitu menggambar cita-cita dalam secarik kertas.

Tujuannya untuk apa se?

Secara teori, mengenalkan cita-cita kepada anak sebagai motivasi dalam belajar.

Bagi buguru ini sebagai senjata dalam mempengaruhi siswanya.

kadang ada anak yang malas, buguru ajak anak mengingat kembali apa yang mereka inginkan di masa yang akan datang, anak kemudian punya semangat untuk melakukan hal-hal yang dapat dijadikan sebagai  pengalaman dalam hidupnya.

Misal, ketika seorang anak yang bercita-cita menjadi TNI ditunjuk untuk menjadi pemimpin upacara dan si anak tidak mau dengan alasan malu, buguru mulai menceritakan hal-hal tentang tentara, harus siap kapanpun dll.

“. . . jadi sekarang kita latihan sebelum benar-benar jadi tentara”.

nampaknya sepele, namun metode ini sudah sering buguru lakukan dan anak-anak bersemangat belajar dan membuat lebih banyak pengalaman berharga dalam hidupnya, mencoba hal baru dan lebih memiliki keberanian.

 

 

 

Apapun cita-cita kita,

Jadilah orang yang bermanfaat untuk orang banyak.

Jadilah orang baik, walaupun ukuran menjadi baik tak pernah pasti

agar ketika meninggal orang menyebut namamu dalam kebaikan.

karena cita-cita sebenarnya adalah masa depan yang baik semisal akhirat kelak.

Bapak, Cinta pertamaku

Besok, 1 agustus 2017. seandainya bapak masih ada usia bapak tepat 52 tahun 2 bulan. namun aku harus berhenti menghitung usia bapak tepat di usia 52 tahun 7 hari. Saat aku berhenti mengusap tangan bapak.

12 hari di rumah sakit berjuang melawan stroke yang kedua kalinya setelah stroke ringan 7 tahun yang lalu, akhirnya bapak menyerah di subuh pukul 03.13 bulan Ramadhan ini.

Subuh pukul 03.00 saat berniat bangun sahur, perawat ruang ICU datang memanggil ” Keluarga Rafiansyah” . rasa gusar dan khawatirpun tentu saja jadi teman aku sekeluarga selama berada di rumah sakit.

Dengan tenang aku menuntun bapak membaca syahadat sambil mencium pipi bapak dan hadapanku bapak menghembuskan napas terakhirnya.

Hati aku hancur, kakiku lemah tak berdaya. Lelaki yang aku jaga selama ini pergi meninggalkan.

Hal yang aku takutkan terjadi, otakku berusaha menyuruhku tegar, tapi aku sama sekali tak bisa. Air mataku mengalir tanpa aku perintah.

Rasa sayangku berlebihan, hingga saat ini aku tak mampu menahan air mataku jika mengingat semua hal tentang bapak.

aku kehilangan banyak hal.

kenanganku terlalu lama bersama bapak, hingga aku tak mampu mengungkap segala hal saat bersamanya.

Jenazah tiba di rumah, rumah telah ramai keluarga dan tetangga yang pergi melayat. Alhamdulillah segala sesuatu terkait prosesi bapak lancar tanpa kendala.

dua bulan lalu, setiap sehabis sholat magrib berjamaah, bapak sering sekali bilang begini ” Pik, belajar cara sholat jenazah,nanti kalau bapak meninggal apik yang sholatkan bapak” . kalimat itu bahkan berulang-ulang diucapkan bapak, hingga kita semua ingat benar dengan amanah bapak.

Rapiq, anak ke-5 bapak yang menjadi imam saat sholat jenazah bapak.

Saat pemakaman, aku menjadi sangat kagum dengan sosok bapak. di peristirahatan terakhir bapak, begitu banyak orang mengantar bapak. dipikiran. aku bertanya dalam hati, bagaimana bisa seramai ini? pak. ajarin kakak pak amalan atau kebiasaan apa yang bapak lakukan hingga orang berduyun-duyun seperti ini mengantar bapak.kakak ingin seperti ini pak ketika meninggal. di sholat oleh banyak orang dan diantar seperti ini.

tapi itu hanya mampu aku gumam dalam hati, semua tak akan bisa aku tanya langsung ke bapak, seperti saat dahulu.

Bapak, adalah kamusku. semua hal tentang apapun aku tanyakan ke bapak.

Bapak, adalah pria cerdas yang aku miliki.

Bahkan saat usiaku menginjak SMA, apa kebaikan yang bapak ajarkan ke aku selalu aku sampaikan lagi ke teman-teman dan selalu dengan kata ” Bapak vini bilang . . .”.

Sebelum masuk SD aku sudah pandai membaca dan menghitung. Bapak mengajariku, sosok lelaki mana yang sibuk kerja tapi tetap bisa ngajarin anaknya. Pak, insyaAllah kakak akan tetap menjadi guru untuk menyambungkan amal jariah bapak.

Perhatian bapak ke anak-anak bapak tak pernah bisa kakak lupakan. Pria penyayang anak-anak yang selalu sedia meladeni anak-anak bermain walau secapek apapun, bahkan anak orang lainpun. pak, ketulusan apa yang bapak miliki hingga anak kecilpun sangat mudah dekat dengan bapak.

Lebaran kali ini kami dengan berkumpul dengan tangis kesedihan, tak seceria lebaran tahun kemaren yang kita masih bisa berkumpul dan foto-foto bersama.

Rumah menjadi tempat yang selalu aku rindukan. Mengapa?

karena disana ada banyak kenangan bapak, segala hal tentang bapak. aku hafal betul.

Aku heran, biasanya setiap lebaran, anak-anak kecil selalu datang ke rumah. namun lebaran kali ini sama sekali gak ada. apa mereka datang hanya karena Bapak?

Pak, ajarin kakak pak. kakak ingin seperti bapak.

Aku harus menerima kenyataan walaupun aku harus menangis setiap hari, namun aku ikhlas. ini semua sudah Allah gariskan.

Saat sakit di rumah sakit bapak gak ada pesan apa-apa ke aku,  selain bapak bilang ” kak,  kakak jadi perawat ya”.

Aku jawab ” kakak kan jadi guru pak,  gimana bisa jadi perawat? “.

Mungkin karena aku yang selalu ada jaga bapak di rumah sakit. Nemanin mama.

Allah tenangkan hatiku.

bahkan saat menulis ini, air mataku tak berhenti mengalir. Kerinduan yang tak pernah bisa aku ungkapkan sekedar pelukan.

Pegangan tangan ini tak mungkin bisa aku rasakan lagi. Dari kecil hingga saat ini aku paham betul cara bapak menunjukan rasa sayangnya, dengan mengusap punggung tanganku dengan ibu jarinya. Mengingat usapan itu aku menangis sejadi-jadinya. kerinduan yang tak terbalaskan.

Tasbih ini, adalah barang yang selalu nemanin bapak dari ruangan biasa ke ruang HCU hingga di ruang ICU. Istighfar yang menenangkan bapak. Bahkan di hari ulang tahun bapak 1 juni. Bapak nangis dan bilang ke mama ” dek,  darah aku normal karena istighfar, Allah udah bantu nyembuhkan”.

Mungkin hari itu adalah hari dimana bapak bisa berbicara tanpa alat oksigen yang menutupi mulutnya karena setelah hari itu keadaan bapak kembali drop.

Allah, banyak hal yang belum sempat aku berikan ke bapak, Hal-hal yang membuat bapak bangga dan lain-lain. Saat mengingat aku kesal sendiri, namun aku berusaha menyadarkan diriku.

Yang hanya bisa aku lakukan saat ini adalah berdoa dan memperbanyak istighfar untuk bapak, semoga Allah mengampuni segala kesalahan-kesalahan bapak semasa hidupnya.


Bapak, Cinta pertama kakak.

Cinta kakak ke Bapak tak akan pernah berakhir. Sekalipun kakak harus jatuh cinta pada pria selain bapak.

Maafkan kakak pak, kekeraskepalaan kakak membuat kakak tak sempat menjabatkan tangan bapak pada pria pilihan kakak.

Kakak akan selalu menjaga keluarga, seperti layaknya bapak masih ada.

Kakak, kehilangan kamus kakak pak.

Tapi kakak akan bangkit dan menjadi kamus untuk diri kakak sendiri.

kakak sedih pak, bapak pergi, bahkan hampir 2 bulan ini setiap malam sebelum tidur kakak harus menangis dulu pak.

Tapi bapak tenang pak, anak bapak yang ini memang manja , tapi kakak akan selalu bangkit pak, karena kakak tau bapak punya banyak keinginan untuk anak-anak bapak.

Pak, kakak dan keluarga selalu mendoakan bapak agar Allah selalu memberikan tempat terindah di sisi-Nya

dan Kami juga ikhlas pak.