Seberkas Cahaya Ilmu di Rumah Pintar Astra

Seberkas Cahaya Ilmu di Rumah Pintar – Hampir dari kita tidak asing mendengar nama Astra, bahkan setiap produk dan layanan Astra dapat kita rasakan. Berdiri pada tahun 1957, dahulu dikenal dengan nama Astra International Inc sekarang sudah berusia 60 Tahun, walaupun pada tahun 1990 mengalami perubahan nama menjadi PT Astra International Tbk namun tidak menghambat perkembangannya dalam dunia manufacture industri otomotive nasional. Dari masa ke masa, ASTRA telah bergelut melintasi krisis politik, budaya dan fluktuasi moneter. ASTRA merangkak, jatuh, bangkit dan terus membangun tanpa henti.

Dalam hidup seseorang adalah ketika kita menjadi bagian yang berpengaruh dari hidupnya. Begitupun ketika saya menjadi seorang guru, kebanggaan terbesar dalam hidup saya adalah ketika saya menjadi orang yang paling berpengaruh dalam hidup siswa – siswa saya. Bahkan setiap moment mereka menikmati pendidikan akan menjadi kenangan yang selalu diingat dalam jangka waktu lama. Astra, Selama 60 tahun berkarya Astra selalu berusaha memberikan yang terbaik melalui kontribusi sosial yang berkelanjutan dalam jangka panjang, semua dilakukan Astra karena Astra memiliki nilai-nilai luhur dari Catur Dharma yang tidak pernah hilang dan selalu berinovasi dengan berlandaskan nilai-nilai tesebut agar terus berkembang sesuai perkembangan zaman.

Perusahaan Multinasional ini berdedikasi dalam bidang pendidikan dan menunjukan kesungguhannya  melalui  program Corporate Social Responsibility atau CSR. Astra telah menjalankan kegiatan tanggung jawab sosial dalam bidang pendidikan berupa program Rumah Pintar dalam meningkatkan mutu pendidikan Bangsa Indonesia.

Mencerdaskan Bangsa Melalui Rumah Pintar

Rumah Pintar adalah satuan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan minimal lima sentra layanan program, meliputi: sentra buku, sentra komputer, sentra kriya, sentra panggung atau audio visual, dan sentra bermain. Dengan kata lain, Rumah Pintar sebagai rumah belajar bagi  masyarakat yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

 

Latar Belakang dan Tujuan Rumah Pintar

Berdirinya Rumah Pintar lahir dari ide dan pemikiran Ibu Negara, Ibu Hj. Ani Susilo Bambang Yodhoyono  untuk turut berperan dalam mensejahterakan bangsa, maka Ibu Negara bersama Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) menggagas Program Indonesia  Pintar. Pada 2013, Astra bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim, anak perusahaan dan SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) menggagas dan membangun Rumah Pintar sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui pengetahuan dan keterampilan Astra melakukan pengembangan hardware seperti kegiatan pembangunan Rumah Pintar dan fasilitasnya serta pengembangan software dimana dilakukan pelatihan bagi pendamping rumah pintar Astra oleh SIKIB, Ibu Okke Hatta Rajasa dan Ibu Laily M. Nuh serta pakar pendidikan Indonesia, Bapak Arief Rachman.

Tujuan utama dari Program Indonesia Pintar adalah mewujudkan masyarakat berpengetahuan, masyarakat sejahtera (welfare society) dan masyarakat yang beradab (civilized society). Masyarakat Sejahtera dan masyarakat yang memilki peradaban akan dicapai melalui masyarakat yang memiliki pengetahuan. Selain itu tujuan berikutnya Rumah Pintar adalah meningkatkan minat baca, mengembangkan potensi kecerdasan anak, pengenalan teknologi melalui pembelajaran di 4 sentral, mengembangkan dan memberdayakan keterampilan masyarakat berbasis potensi lokal melalui Sentra K, meningkatkan taraf hidup keluarga ,Memacu kreativitas masyarakat  guna mempertahankan dan melestarikan budaya lokal dan Menumbuh kembangkan kemampuan berwirausaha berbasis potensi lokal

 Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 49 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Nonformal.
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 Tahun 2013 tentang Pendirian Satuan Pendidikan Nonformal

Fungsi Rumah Pintar

Rumah Pintar adalah  “Rumah belajar “untuk masyarakat  sebagai tempat Mengenalkan teknologi baru dan memberikan pelayanan pendidikan guna mengembangkan potensi yang dimiliki anak secara optimal sehingga dapat menjadi generasi yang berkualitas di masa mendatang. Generasi yang mempu berwasawan luas serta memiliki potensi yang unggul dalam segala hal, serta membantu anak  dalam memahami perkembangan  kemajuan zaman. Pemberdayaan kaum perempuan dengan segala potensi yang dimiliki melalui pelatihan dan pendidikan di sentra-sentra, khususnya sentra kriya, membantu kaum perempuan menjadi lebih kreatif dalam mengeksplorasi kemampuan diri. Mengembangkan keterampilan kaum ibu/bapak dengan berbasis potensi lokal, sehingga diharapkan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan dapat meningkatkan  kesejahteraan dan kemakmuran,Sebagai tempat untuk memacu kreativitas guna mempertahankan, melestarikan, dan mengembangkan budaya lokal, mengasah kreatifitas masyarakat dalam melestarikan potensi lokal, Menumbuhkembangkan masyarakat untuk memiliki kemampuan dalam berwirausaha. Termasuk di dalamnya  menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera.

Sasaran Rumah Pintar

Sasaran prioritas  Rumah Pintar adalah masyarakat padat penduduk, daerah terdepan, bencana, konflik, dan kurang sarana pendidikan, terdiri dari anak-anak , remaja,  kaum perempuan dan lansia. Tentu saja untuk semua jenis kalangan dapat merasakan manfaat dari Rumah Pintar. Pembangunan Rumah Pintar oleh Grup Astra tersebar di 11 provinsi di Indonesia dengan  total pembangunan  20 Rumah Pintar.

 

Peta Sebaran

Melalui Rumah Pintar, membuktikan konsistensi Astra dalam berkomitmen meneladani nilai-nilai luhur 4 pilar Catur Dharma. Bagi saya seorang guru, adanya rumah pintar ini adalah prasarana dalam menunjang belajar siswa, merupakan hal yang sangat membantu siswa dalam menambah pengetahuan setelah pendidikan formal siswa. Untuk itu sudah selayaknyalah ucapan terima kasih kepada Astra kami haturkan, karena Astra sangat peduli terhadap meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

 

Sumber Referensi :

www.astra.co.id

http://p2rpn.com

Ice Breaker si pemecah kejenuhan di Kelas

Siapapun pasti pernah merasa kebosanan dalam belajar, apalagi jika kebosanan itu melanda kita saat di kelas, yang seharusnya konsentrasi memahami pelajaran harus terkendala karena kebosanan. Bosan saat di kelas tentu saja ada banyak penyebab, mulai dari mata pelajaran yang tidak kita sukai hingga penyampaian materi yang terkesan monoton, akhirnya tanpa kita sadari otak menerjemahkan suasana tersebut dalam bentuk kebosanan, kalau kata anak-anak zaman now yaa, mereka bilang itu badmood. Tapi bedanya badmood yang ini gak membuat kita menjadi mager alias malas gerak, malah sebaliknya pingin cepat-cepat aja ninggalin suasana kelas yang seperti itu.
Kalau kita berada di posisi guru, Tentu aja ini menjadi hambatan dalam menyampaikan materi, guru mana yang gak mumet, materi masih banyak yang harus disampaikan, waktu terus berjalan menuju musim ulangan, tapi anak-anak semakin tidak fokus di kelas atau dengan kata lain mereka sedang dalam kejenuhan.

heriyudiantost061233.gurusiana.id

Nah, untuk kita para guru yang memang tugasnya mencari perhatian anak, tentu saja tak boleh kehabisan akal,  hal yang pertama harus kita lakukan adalah membaca bahasa tubuh anak, mulai dari mimik wajah hingga sikap duduk anak. sedetail itu ya? iya dong menjadi guru yang inovatif dan kreatif itu gak mudah harus pandai-pandai memahami kondisi dan suasana hati siswa, tentu saja kemampuan itu tidak didapat dengan mudah, sang guru harus lebih giat mencari ilmunya, semisal membaca buku-buku psikologi anak.
apa yang harus dilakukan selanjutnya?
di saat anak-anak merasakan kebosanan guru harus mampu mengubah suasana bosan tersebut menjadi sesuatu yang mengasyikkan. seperti sekedar teori saja ya?
iya guru harus mampu mengubah suasana belajar dengan membuyarkan kebosanan anak-anak. Memberikan suasana tambahan di saat pembelajaran sedang berlangsung. Dengan sedikit Ice Breaker , bisa membuyarkan kejenuhan anak-anak.
Apa itu Ice Breaker?
Kalau diterjemahin ice breaker berarti pemecah es, bisa saja palu atau benda keras lainnya yang bisa buat mecahin es. oh gak becanda. hehehehehe.
Menurut Kusumo Suryoharjuno dalam bukunya yang berjudul 100+ Ice Breaker Penyemangat Belajar, ice breaker adalah peralihan situasi yang membosankan, membuat ngantuk, menjemukan dan tegang menjadi rileks, bersemangat dan tidak membuat mengantuk serta ada perhatian dan ada rasa senang untuk memndengarkan ata melihat orang yang berbicara di depan kelas atau ruang pertemuan.
Kadang ice breaker ini digunakan oleh trainer-trainer dalam sebuah pelatihan namun tidak ada salah jika ice breaker kita gunakan dalam mengajar di kelas. Seperti menurut teori konstruktivisme, dimana anak-anak memerlukan pengalaman belajar dalam hidupnya, jadi ada sesuatu yang diingat anak dalam penyampaian materi pelajaran.
mungkin ada sebuah pertanyaan, apa ice breaker ini gak ganggu proses belajar kita, atau malah menghabiskan jam belajar?
Dalam belajar atau yang lebih kita pahami dengan mentransfer ilmu guru kepada anak-anak, tentu saja hal yang terpenting adalah tercapainya tujuan pembelajaran, ice breaking tidak mengubah tujuan namun malah membantu tujuan pembelajaran itu tercapai, terlebih dalam proses belajar ada faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi proses belajar anak. fungsi Ice Breaker dalam proses belajar adalah sebagai energizer sebelum pemberian materi pertama, memecahkan kebekuan, memberikan pencerahan di saat mengalami kejenuhan dan mampu membangkitkan gairah belajar sehingga memberikan kesan yang menyenangkan ketika belajar.

Ada banyak macam ice breaker seperti:

Games ( Permainan)
adalah kegiatan simulasi yang melibatkan siswa. waktu bermain yang diperlukan 1-5 menit
contoh :
Gajah, Semut, Ular, Cacing
Prosedur:
Jika disebutkan “gajah”, dijawab “ besar” dan dibarengi dengan ibujari menekan jari kelingking
Jika disebutkan “ semut” dijawab “ kecil” dan dibarengi kedua tangan membuat lingkaran besar                        jika disebut” ular” dijawab “panjang” dan dibarengi dengan kedua tangan bergerak saling mendekat
Jika disebutkan “cacing” dijawab” pendek” daan dibarengi kedua tangan bergerak saling menjauh.
untuk mengawali sebagai latihan, bisa dilakukan dengan gerakan yang biasa dulu, gerakan normal, seperti di jawab “besar” sambil kedua tangan membuat lingkaran besar, dst.

Menyanyi
waktu yang diperlukan 3-5 menit
contoh:
Kepala pundak ( dinyanyikan seperti lagu bungong jeumpa)
kepala pundak kepala pundak
lutut dan kaki 2x
daun telinga, mata hindung,pipi
tangan di pinggang, amboy ! asyiknya sekali
yang di goyang goyang di goyang goyang aduh enaknya
yang di goyang goyang di goyang goyang aduh asik sekali

catatan: gerakan badan sesuai dengan syair

Senam
Senam yang dilakukan adalah senam yang sederhana dan tidak menguras tenaga. Waktu yang diperlukan adalah 3-5 menit.
contoh: Senam wajah
Prosedur:
1.    Kedip-kedipkan mata
2.    Naik turunkan hidung, rasakan sambil memegang hidung dengan ibu jari dan telunjuk
3.    Gerakan mulut dengan vokal A, I, U, E, O tanpa suara
4.    Gerakan mulut seperti orang berkumur
5.    Lakukan dengan berpasangan dan saling berhadapan
6.    Untuk variasi, suarakan kalimat berikut : kelapa di parut, kepala diurut ( ucapkan berulang kali dengan tempo cepat)

Kalimat pembangkit semangat
Waktu yang diperlukan 2-5 menit
Prosedur:
1.    Jika ditanya kabarnya: “ Bagaimana kabarnya hari ini?”
2.    beberapa alternatif jawabannya:
Alhamdulillah. . , luar biasa. . , Allahu Akbar
Alhamdulillah. . ,harus lebih baik
Alhamdulillah. . , luar biasa. . , dahsyat. . , Allahu Akbar
Alhamdulillah. . , luar biasa. . ,tetap bersemangat. . , Allahu Akbar
dll
3.    Jawaban bisa di sesuaikan dengan tema/opini/peristiwa dll

Kalimat Indah Penuh Makna
dapat berupa, pantun, puisi, kata-kata mutiara, peribahasa
contoh : pantun berbalas
prosedur:
Ø    Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok
Ø    Pilih 1 kelompok yang pertama kali membuat dan membacakan pantun
Ø    setelah selesai, minta kelompok tadi untuk menunjuk kelompok lain, agar berbalas pantun
Ø    Ulangi kegiatan tersebut berturut-turut kepada kelompok yang lain.
Story Telling ( bercerita)
cerita dapat berupa kenyataan atau fiksi dan kedua duanya
contoh: Kisah Hikmah berkesan
Prosedur
Ø    Bentuk siswa dalam beberapa kelompok
Ø    Minta 1 siswa untuk menceritakan pengalamannya yang paling berkesan/menyedihkan/menyenangkan kepada teman-teman di kelompoknya
Ø    Kriteria dalam bercerita harus terdapat tempatnya dimana, kapan terjadi, hikmahnya dan amanat dari cerita
Ø    lanjutkan kegiatan tersebut secara bergiliran

Tepuk tangan
sangat bermanfaat untuk siswa yang konsentrasinya terganggu dengan pikiran di luar pelajaran sehingga anak kembali fokus dan segar dalam mengikuti proses pembelajaran kembali
contoh: Tepuk Jawab Tepuk
prosedur:
Ø    Jika tepuk 1 kali, di jawab tepuk 2 kali
Ø    Jika tepuk 2 kali, di jawab tepuk 3 kali
Ø    Jika tepuk 3 kali, di jawab tepuk 1 kali
Ø    Jika tepuk 4 kali, di jawab tepuk “ Allahu Akbar”

Senam Otak ( Brain Gym)
Waktu yang diperlukan 2-5 menit.
contoh: Hidung dan Telinga
prosedur:
Ø    Pegang hidung drngan tangan kiri, bersamaan dengan itu pegang telinga kiri dengan tangan kanan. Posisi tangan kanan yang memegang tangan kiri melingar melewati bagian atas kepala
Ø    Setelah itu ubah posisi secara bersamaan juga dimana tangan kanansekarang memegang hidung dan tangan kiri memegang telinga kanan melingkar melewati batas atas kepala
Ø    Lakukan secara bergantian hingga lancar
Ø    Jika sudah lancar maka gerakannya semakin lama bisa semakin ceppat

Humor
Waktu yang diperlukan 2-5 menit
Contoh : Berbohong
Toono adalah murid yang sangat nakal dan sering membolos, pada suatu hari ia dipanggil oleh gurunya. . . .
Pak Guru        : “ Tono. kamu ini nakal ya! Kenapa kemarin kamu bolos sekolah?”
Tono            : “ saya tidak bolos, pak, kemarin adik saya sakit jadi saya harus menjaga adik saya karena orang tua saya bekerja pak. .  .”
Pak Guru        : “Eh kamu berani bohong ya…. Lha kemarin bapak lihat adikmu sehat-sehat saja.”
Tono             : “Lha Pak Guru juga bohong, sayakan tidak punya adik. . .”

 Tebak Tebakan
waktu yang diperlukan 1-2 menit
contoh:
1.    (?) Apa Bahasa Chinanya aneka macam sayur?
(+) Cap Cay
2.    (?) Apa beda kambing desa dengan kambing Kota?
(+) kalau kambing desa suaranya : embeeeekkkkk…….!!!!
kalau kambing kota suaranya : heeebooohhhh!!!!!!
Ice breaker di atas hanyalah beberapa contoh kecil , tentu saja tidak menutup kemungkinan untuk guru membuat sendiri ice breaker sekedar mengasah kreatifitas dalam mengajar. Selain itu ice breaker juga akan membuat kita menjadi guru yang menyenangkan dan akan selalu diingat anak-anak dalam jangka waktu lama. Semoga kita selalu tulus dalam berbagi ilmu, kalau kata kakak guru ya “ kalau kita mengajar dengan hati, anak-anak akan memberi cinta”. Semoga ada banyak cinta anak-anak yang selalu kita dapatkan begitupun doa-doa tulus mereka.

Roadshow ” Duta Internet Baik” di Kota Khatulistiwa

Hampir semua kalangan di masa sekarang adalah pengguna aktif internet, bahkan dalam keseharian internet dapat memudahkan kita dalam menyelesaikan pekerjaan dan sebagai alat hiburan melepas kelelahan dengan bermain games misalnya. namun dengan kemajuan zaman seperti ini kita terkadang tidak sadar efek yang ditimbulkan baik dari segi negatif dan positif penggunaan internet.
Beberapa hari lalu Buguru hadir sebagai peserta seminar “Mengasuh Anak di Era Digital” yang diselenggarakan oleh Telkomsel dalam acara Roadshow “Duta Internet Baik. Seminar tersebut diperuntukan untuk Guru, Orang tua, Komunitas dan yang memiliki ketertarikan dalam bidang edukasi digital. Antosias pesertanya sangat luar biasa, bahkan untuk menjadi peserta saja kita benar-benar dipastikan untuk bisa hadir, pihak panitia bahkan menghubungi melalui email, sms dan telepon untuk memastikan kehadiran peserta. Kenapa? karena pendaftaran peserta melebihi dari kuota yang ditentukan. Kuota diperuntukkan 250 peserta, namun yang hadir hampir 400 orang, bahkan menurut panitia peserta yang meregistrasi online itu ada lebih dari 400 orang. Karena kuota yang melebihi dari yang ditargetkan banyak peserta tambahan yang tidak mendapatkan goodie bag. no problem yang penting ilmunya.
Dengan tiga orang narasumber yang sangat-sangat membuat peserta antosias mendengarkan, adapun narasumber dalam seminar ini, Kak Hilman Almadani, beliau adalah seorang psikolog dan trainer dari Yayasan Kita & Buah Hati yang fokus dalam kegiatan konsultasi seputar isu keluarga dan pengasuhan anak, Kak Dewi, Beliau dari ICT Watch yang merupakan penyedia panduan literasi untuk orang tua dan guru, selanjutnya Kak Saad, dari KAKATU, sebuah aplikasi startup edukasi asal Bandung.

 

Dan ini penampakan buguru saat menjadi peserta di hari pertama.


Acara berlangsung selama dua hari, hari pertama diisi dengan seminar dan hari kedua dengan workshop, untuk hari kedua, panitia  membatasi peserta hanya 75 orang yang terdiri dari 3 kelas, 25 orang kelas edukasi anak, 25 orang kelas blogger dan 25 orang kelas video maker. Namun hari kedua lagi-lagi seperti hari pertama, kuota yang awalnya hanya 75 orang menjadi 105 orang, jadi ada kelebihan sekitar 30 orang, dan kelas yang paling diminati adalah kelas edukasi anak.
Sedikit ingin berbagi, di hari pertama kak Astri Nurahma, menjelaskan sedikit tentang program dari #internetBAIK yang bisa membantu ayah dan bunda dalam memproteksi dan mengontrol penggunaaan handphone pada anak.
Apa itu Family Protect?
Family Protect adalah layanan yang memungkinkan orang tua memantau dan mengelolah aktivitas perangkat telepon anak-anak untuk memastikan keamanan penggunaan agar tidak terkena dampak buruk dari penggunaan akses internet.


Nah, jadi ayah bunda bisa memantau apa saja yang dilakukan anak di ponselnya, ada beberapa fitur yang ada di layanan Family Protect yaitu fitur konten yang aman yang berfungsi memblokir konten negatif maupun konten dewasa , fitur mengelolah aplikasi berfungsi untuk memblok pengunduhan dan mematikan fungsi pembelian aplikasi, fitur mengatur waktu kegiatan online dalam beberapa kondisi sepeerti waktu belajar, sekolah dan istirahat, mengelolah fitur perangkat. Ada aplikasi yang di simpan di handphone ayah bunda dan ada juga di handphone anak.
Tujuannya buat apa se? apa tidak membatasi ruang gerak anak dalam berinternet?
kita bisa saja percaya sepenuhnya dengan anak, namun selalu saja ada banyak kemungkinan yang terkadang lepas dari kendali kita, misalnya adanya cyber bulling, akses pornorafi bahkan dari efek anak yang bermain games seharian tanpa ingat waktu hingga mengabaikan belajar.
Bahkan untuk Ayah Bunda yang sibuk bekerja di luar rumah yang memiliki waktu sedikit untuk berinteraksi dan memantau apa saja yang dilakukan anaknya di handphone family protect sangat membantu.
“Bahaya yang paling besar bukan akses pornografi atau main game seharian tapi bahaya yang paling besar adalah ketika orang tua tidak sadar bahwa bencana itu ada di sekitar kita” ( Elly Risman)
Kita sadari anak zaman now udah menang banyak di banding emak-emak zaman dulu, bahkan mereka lebih handal dalam menggunakan handphone pintar zaman now.
Setidaknya kesadaran untuk orang tua dan buguru juga, untuk lebih melek teknologi, bahkan anak bisa jauh lebih pintar lagi , misalnya setlah menggunakan handphone dan membuka situs yang aneh-aneh, mereka bisa saja menghapus history-nya, baikk di browser maupun di youtube. bisa kalah kan kita?
Dengan Program Roadshow “ Duta Internet baik” ini, Telkomsel berharap peserta dapat bersama-sama mewujudkan ekosistem digital yang lebih baik.
Ekosistem digital yang seperti apa?
Ekosistem digital yang memiliki  kebiasaan untuk keren berinternet, seperti:
THINK ( True, Hurtful, Illegal, Necessary, Kind)
Beberapa pertanyaan tersebut perlu kita tanyakan pada diri kita sebelum kita memposting atau akan membagikannya ke orang lain. apalagi sekarang banyak info-info kebenarannya diragukan namun tetap saja di share seperti pesan yang bertuliskan “ info dari grup sebelah..” grup mana? dari mana asalnya kita saja tidak tau. jadi, jangan aasal posting yaaa buibu
Respect
memposisikan diri kita di posisi orang lain, guna menghindari postingan yang dapat menyakiti hati orang lain
Turn Back The Hoax
Tidak semua berita bisa kita sharing ke orang lain dan harus menunggu kita untuk menyikapi segala hal, cerdas dalam menyikapi dan memberi respon yang baik pada setiap postingan.
Take Care Yout Self Branding
Setiap orang punya cara dalam mengenalkan dirinya ke orang lain, buat lah sesuatu yang membuat orang mengenal Brand-mu karena postingan di media sosial dapat mencerminakan kepribadianmu
Tell- Report- Block
Jika ada konten yang dapat menyakiti hati lakukan dengan dengan Tell yaitu memberi nasihat dengan kata-kata yang baik, Report yaitu tidak digubris , dengan menggunakan fitur reprt untuk melaporkan ke penyedia layanan, Block .

Ingat Kehidupan Nyatamu

Ada gelagat anak yang perlu kita cermati saat berinternet menurut rumus keren #InternetBAIK
1.    Menerima Sejumlah pesan yang tidak biasa
2.    Menutup layar monitor dan window dangan cepat
3.    mengakses internet saat larut malam
4.    mengubah pasword dan tidak mau memberitahukan kepada orang tua
5.    Menggunakan komputer selain di rumah
6.    Mulai memisahkan diri dari keluarga dan teman-temannya
7.    Anda menemukan foto-foto asing di komputer
8.    Menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal
9.    Menerima kiriman surat, hadiah atau paket dari orang yang tidak dikenal
10.    Menemukan file atau gambar yang tidak senonoh di komputer

Mengapa kita harus seproteksi itu? okee ayah bunda, buguru ingin memberikan sedikit penjelasan tentang apa yang udah buguru dapatkan selama menjadi peserta, yaitu tentang bahaya sinar biru yang dapat merusak mata dan rusaknya otak anak akibat menonton video porografi.

Apa itu Sinar Biru?

Sinar biru adalah paparan sinar dari perangkat digital. Sinar biru tersebut awalnya diciptakan sebagai sinar buatan untuk menerangi layar gadget yang kita gunakan.

Apa akibat yang ditimbulkan dari paparan Sinar Biru?

Sinar Biru pada Ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin atau hormon yang mengendalikan siklus tidur dan bangun tidur, sehingga sinar biru dengan sendirinya dapat merusak siklus tidur, siklus tidur terganggu sehingga banyak hal yang dapat berakibat semisal menjadi lambat berpikir & merespon, mudah lupa dankurang berkonsentrasi selain itu hormon pertumbuhanpun menjadi tidak signifikasi dan berakibat pertumbuhan menjadi terganggu. Selain itu sinar biru juga bisa merusak retina mata, menimbulkan katarak, bahkan bisa meningkatkan depresi dan resiko kanker.

lalu bagaimana dengan otak apabila menonton video porno, apabila telah kecanduan, maka otak bagian tengah dan depan yang disebut dengan Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil. Seningga menimbulkan banyak hal yang berakibat fatal pada perilaku anak.

Apa yang harus dilakukan orang tua?

Menurut Kang Hilman, Sebagai orang tua kita harus membangun komunikasi dan kelekatan dengan anak, hingga timbul kepercayaan anak terhadap orang tua, selanjutkan kita bisa mengedukasi anak hingga memudahkan kita dalam mengontrol perilaku anak-anak.

Apapun yang terbaik diberikan untuk anak, termasuk dalam pengasuhan di zaman yang saat ini penuh dengan  tantangan baru untuk ayah bunda, mengapa tidak? ada banyak hal yang baru bahkan jika kita mengkaji bagaimana penjagaan orang tua zaman dulu dan orang tua zaman sekarang saja tentu sangat berbeda.

Dunia internet pada dasarnya akan menjadi baik padai siapa yang menggunakannya dengan baik, namun juga akan menajdi buruk pada siapa yang mengunakannya dengan buruk juga, sehingga bukannya mendapat hal-hal baik dari dunia internet namun malah sebaliknya, padahal dunia internet adalah duni yang punya banyak menfaat dalam kehidupan kita sehari-hari, untuk anak dunia internet adalah dunia yang dapat membuat anak mengetahui pengetahuan baru dan sebagai tempat belajar. dan kita sabagai orang tua harus menjadi pendamping anak dalam menggunakan dunia internet. Menjelaskan kepada anak akan lebih baik ketimbang melarang anak, karena semakin melarang rasa ingin tahu anak akan menjadi lebih besar sehingga anak akan mencari jawaban di luar rumah. kalau sudah begitu ada yang tak bisa kita jaga.

Berikut Galeri workshop di hari kedua di kelas Blogger ” Cara Promosi Asyik di Internet” dengan pematerinya Bang Dwi dan Kak dewi

 

 

dok. tugas peliputan

 

Dok. Presentasi hasil liputan

 

[CeritaBUGURU] Anak-anakku bukan Anak-anak kecil lagi

Menceritakan tentang mereka rasanya tak pernah kehabisan ide. Ada saja hal lucu ataupun hal yang menjengkelkan yabg bisa buat buguru jengkel sendiri. Namun mereka tak pernah kehabisan ide juga untuk membujuk bu guru.

Anak-anakku bukan anak kecil lagi, mereka telah tumbuh dan berkembang menjadi remaja. Tentu saja tak muda mengambil hati mereka. Butuh ilmu dan kesabaran yang super untuk bisa menjadi orang yang berpengaruh di hidup mereka.Menjadi orang yang berpengaruh di hidup mereka saat ini membuat buguru merasa sangat bertanggung jawab dengan masa depan mereka.

Perkembangan dan pertumbuhan merekapun menjadi perhatian buguru bahkan tak sedikit pertanyaan yang kadang terlihat konyol ditanyakan,namun justru dari pertanyaan itulah mereka belajar atau lebih tepat mencari jati diri. Semisal pertanyaan “Bu, bolehkah saya pacaran?”

Nampaknya pertanyaan sepela namun dari situlah kita bisa mendidik bagaimana masa depan mereka. Masa mereka adalah masa emas, pembentukan paradigma tepat masa mereka saat ini adalah masa bahaya. Bahaya jika tak di hadapi dengan baik. Mereka butuh tau dan belajar. Mereka tak butuh jawaban “jangan” mereka butuh penjelasan. Buguru menjawab dengan sedikit guyonan supaya tak terlihat melarang, loh kok melarang?

“Ibu tidak melarang kalian untuk suka dengan lawan jenis. Karena suka dengan lawan jenis adalah sesuatu yang normal, namun coba kalian pikirkan jika kalian pacaran dan traktir pacar kalian makan dengan uang orang tua?. Si cewek bilang jajan yuk, gak ada uang minta dulu yaa sama mama, kan lucu jadinya.gaya udah punya pacar tapi jajan minta sama orang tua, tinggikan nilai, jadi cowok ganteng, bersih, rapi dan cerdas, jadi cewek cantik, bersih, rapi dan cerdas, laki-laki mana yang gak suka, perempuan yang gak tertarik, ada masanya nanti saat ini kalian hanya perlu menunjukkan seperti apa diri kalian semua tergantung kalian sendiri”.

Awalnya kelas menjadi riuh saat bercerita tentang traktir pacar pakai uang orangtua namun seketika hening ketika di akhir penjelasan. Mungkin mereka sedang berpikir membuat rencana tentang masa depan mereka.

Ini kenapa buguru bahasnya tentang pacaran?

Iya karena masa mereka bahasan cinta dan pacaran itu adalah bahasan yang seru, masa pubertas dan tau oh ini rasa suka, mulai pandai mempecantik diri atau merapikan diri supaya terlihat menarik oleh lawan jenis.

ah buguru rasa buguru akan sangat merindukan ini, suasuana kelas, celoteh mereka, bahkan hal-hal yang menjengkelkan lainnya. Hari ini ulangan harian hari pertama, selanjutnya ulangan prakter,UAS dan UAN. Ruang kelas akan lama-lama terasa asing bahkan menjadi tentang yang kita rindukan.

Kalian anak-anak buguru yang selalu buguru banggakan, yang selalu buguru doakan kebaikan sekalipun dalam kejengkelan buguru. Teruslah menjadi baik untuk orangtua, guru-guru dan orang-orang yang kalian cintai.

 

 

[CeritaBuguru] Saya tak ingin Melanjutkan Sekolah

“Bu, si Fulana gak mau masuk SMP bu, katanya dia Cuma mau sekolah sampai SD aja” Celoteh seorang teman yang begitu pedulinya pada temannya.

Sedikit kaget ketika mendengar satu diantara banyak siswa ada yang tidak ingin melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Dalam hati bu Guru sedikit menggerutu “ Aduh apa lagi ini?” , namun bu Guru tetap berpikir mencari cara agar si Fulana mengurungkan niatnya untuk tidak melanjutkan ke SMP.

Dengan senyum bu Guru memanggil si Fulana, Sekedar berbasa-basi bertanya apa kabar dan lain sebagai hingga akhirnya sampai ke topic pembicaraan yang sebenarnya.
“Ibu dengar dari temanmu, kamu tidak ingin melanjutkan SMP ya?” Tanya Bu Guru
“ Iya bu” Jawab Fulana tanpa berani menatap wajah Bu Guru.
“Ibu boleh tau apa alasannya?”Lagi-lagi Bu Guru penasaran.
“Gak ada kenapa-kenapa bu?” Fulana menjawab dengan menghindari bu Guru dan duduk ke kursinya.

Dengan tarik napas sedikit panjang dan kembali menghembuskan udara dari mulutnya menahan sabar, tapi tetap bu Guru berdoa untuk Fulana.

Berbagai cara dilakukan bu Guru hingga suatu saat bu Gurukembali memanggil Fulana dan kali ini Fulana mulai berani menatap mata bu Guru, sehingga memudahkan bu Guru untuk masuk dalam pemikirannya. (. . . seperti paranormal saja). Fulana mulai berani menceritakan akar masalah nya, sebagai anak bungsu, Fulana tak ingin kehilangan kasih sayang dari abang-abangnya, maklum anak bungsu dengan tiga orang abang yang sangat memanjakan Fulana membuat Fulana tak rela kehilangan kasih sayangnya. Ibu kandung Fulana hamil dan sudah menginjak tiga bulan. Selama ini Fulana tidak pernah bercerita alasannya. Nasihat demi nasihat tak membuat Fulana menyerah, dengan wajah sedikit memerah Fulana tetap mengyatakan bahwa dirinya tetap tidak akan masuk SMP dan tidak ingin memegang adiknya jika sudah lahir nantinya.

Lagi-lagi solusi bahkan kata yang ditunggu bu Guru “ iya bu, saya akan tetap melanjutkan ke SMP, sama sekali tak bu Guru dapatkan. Namun tetap hati bu Guru berdoa semoga Allah membukakan hati Fulana.

Hari demi hari teru berlalu dan Fulana masih dengan suasana hati yang malas untuk mengikuti pembelajaran. Hingga suatu hari, Fulana dating menghampiri bu Guru dan meminta maaf.
“ Bu, saya minta maaf bu, saya ingin melanjutkan SMP dan saya sadar dengan apa yang ibu bilang kemarin”.
Dengan mata merah menahan air mata, bu Guru menghembus napas lega,
Lalu apa yang sudah dikatakan bu Guru sebelumnya.
“ Adik kecil kamu titipan Allah, Allah kasih adik kecil ke kamu, karena Allah tau kamu berhak mendapatkan adik. Ibu punya banyak adik, dan itu adalah kebahagiaan ibu, setiap hari ibu punya teman bergurau, kamu mau merasakan keseruannyakan, makanya terima adik kamu dan kamu jangan takut kehilangan kasih sayang abang-abang kamu, selama kamu masih sebagai adik dari abang-abang kamu”.

Tentu saja perkataan tersebut tak diucapkan begitu saja, tentunya dengan sentuhan dan suara pelan. Lah kenapa harus dengan sentuhan dan suara pelan?
Nalurinya anak-anak membutuhkan kasih sayang, ketika kita menyentuh tangannya, ada sesuatu yang mendeskripsikan bahwa ada rasa kasih sayang yang diberikan kepada anak. Begitupun dengan suara pelan, seperti berbisik adalah cara membujuk yang paling sering dilakukan oleh ibu kita selagi kecil.
Selagi kecil kita dengan legowonya menurut dengan bujukan ibu, walaupun lagi marah besar, sampai sedewasa inipun kita tetap akan mengalah dengan bujukan ibu.

Fulana mengajar bu Guru arti kesabaran, hikmah setelahnya Fulana menjadi semakin rajin belajar dan kehadirannya di sekolah sudah tidak dihiasi dengan huruf A lagi dan bu Guru tak berhenti menceritakan indah ketika menginjak remaja dan masuk ke SMP dan jenjang selanjutnya. Kadang mereka tertawa jika lucu, kadang mereka heran jika ceritanya sedikit ribet.

Anak-anak selalu punya rahasia dan kadang anak-anak tidak mampu menceritakan hal-hal apa yang mereka rasakan, mereka hanya tau jika mereka sedih, marah atau kesal tanpa mau mengerti bagaimana cara memberitahukan kepada orang yang lebih dewasa.
Anak-anak adalah suatu anugrah, mereka cerdas dengan kemampuan yang mereka miliki.
Namun dibalik itu semua anak-anak selalu mengajarkan tentang kepolosan, meraka anak baik selama diarahkan kearah baik. Tugas kita adalah tidak memberikan contoh buruk dan tidak berkata buruk tentang apapun. Jadikan hidup mereka dalam hal-hal yang baik.