[CatatanBuGuru] Menulis Catatan Harian

Posted on

Rizqi tak selalu berbentuk materi namun rizqi juga bisa berbentuk ilmu. Dari sebuah perbincangan dengan seorang teman yang sudah saya anggap sebagai kakak. Beliau memberikan saran terkait menghadapi ujian nasional. Beliau menyarankan untuk memberikan refleksi terhadap anak untuk melihat kendala-kendala anak dalam belajar, baik masalah pribadi ataupun masalah yang berkaitan dengan teman-teman sekelas. Refleksi yang dilakukan adalah dengan meminta anak untuk menuliskan masalah pribadi anak yang sedang dihadapi. Awalnya tidaklah mudah, untuk membuat anak percaya diri dalam menuliskan masalahnya. Hingga akhirnya anak mau menuliskannya dalam secarik kertas dan menulis namanya. Suasana kelas menjadi hening, bahkan ada anak yang menangis ketika menuliskan masalah yang mereka hadapi.
Pada tahap mengumpulkan buguru menyuruh anak melipat kertas dengan unik,tujuannya adalah buguru ingin mengetahui suasana hati anak setelah menuliskan catatannya terlihat dari caranya melipat. namun ketika mereka mengumpulkan kertas tersebut ada beberapa anak yang telah menuliskan catatannya dengan melipat banyak kertas dengan tujuan agar sulit untuk dibaca.


Buguru tidak membacanya di sekolah mengingat untuk menjaga kerahasiaannya, namun ketika di rumah buguru membacanya satu persatu, Hmpir 70 % mereka menuliskan catatan hariannya dengan sejujur-jujurnya. Sisanya mereka kebingungan dalam mengungkap. Tampaknya sederhana, namun ketika membaca satu persatu tanpa sadar buguru meneteskan air mata, ada banyak hal yang selama ini tak pernah buguru sadari, guru hanya mengajar dan menuntut anak untuk mengerti dan memahami penjelasan guru tanpa memperhatikan masalah yang di alami anak, selama ini guru hanya lebi banyak memberikan perhatian terhadap masalah mereka hanya pada yang terlihat saja, semisal ada anak berkelahi, malas belajar dan lain sebagainya. Namun kendala lainnya terkait dengan hal yang lebih intern hampir tidak pernah diketahuinya.
Bahkan beberapa anak mengungkapkan rasa dendamnya pada orang yang sangat ia sayang. Ada yang rindu terhadap orang tuanya yang telah meninggal dan kemarahan lainnya yang mereka miliki.
Sehari setelah anak-anak menulis, bugurupun mulai melakukan tidak lanjut terhadap catatan mereka dengan membalas catatan mereka daalam sebuah kertas dan memanggil mereka yang sedang berselisih dengan sahabatnya. Mereka tidak akan mau bercerita dengan santai kepada gurunya, sehingga ini adalah cara anak untuk mengeluarkan segala kesedihan dan kekesalannya.
Bagi sebagian orang menulis adalah hal yang sangat membosankan, harus mulai dari mana. Buat tema dulu atau lain sebagainya. Di era tahun 90 an kita lebih sering mendengar kata menulis diary, catatan pribadi, yang namanya pribadi tentu saja sangat rahasia. Bahkan kita malu jika tulisan kita dibaca oleh orang lain. Tanpa kita sadari setelah menuliskan rutinitas harian diatas kertas kita menjadi lebih tenang dan mampu berpikir secara positif. Ternyata menulis bukan sekedar menuangkan gagasan tetapi menulis juga bentuk terapi jiwa yang mampu mestabilkan emosi, Beberapa peneliti meneliti terkait menulis masalah pengalaman jiwa dapat menurunkan masalah kesehatan dan untuk jangka panjang bisa menurunkan stress, meningkatkan system imun dan memperbaiki mood.Ada baiknya kita kembali lagi untuk menulis hal-hal dalam sebuah diary, serta mampu memilah hal-hal yag sifatnya pribadi dan boleh di baca khayalak ramai.

Baca Juga  ASUS ROG GL502VS : Si Tipis Primadonna Gamers

2 thoughts on “[CatatanBuGuru] Menulis Catatan Harian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *