Bijak Bersosialmedia dengan Mendeteksi Berita Hoax, Ujaran Kebencian dan Persekusi. Di zaman sekarang internet menjadi hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan internet, sebagai seorang guru, internet sangat saya butuhkan dalam mencari referensi-referensi pembelajaran dan pengetahuan lain jika referensi yang saya miliki sangat minim. Sebagai seorang blogger, internet tentu saja menjadi hal yang penting bagi saya dalam memposting tulisan yang saya miliki, dan sebagai seorang wanita tentu saja banyak sekali hal-hal yang harus diketahui untuk kebutuhan sehari-hari, seperti tentang kesehatan dan kecantikan, resep masakan dan lain sebagainya.

Dunia nyata dan dunia maya adalah sesuatu keadaan yang sangat berbeda, tentu saja saat berbicara di dunia nyata komunikasi lisan dengan mimik wajah dapat kita perhatikan dengan baik sehingga kita dapat melihat ekspresi apapun dari lawan bicara, sedangkan dunia maya, adalah komunikasi jarak jauh yang terkadang komunikasi dilakukan adalah komunikasi tertulis, walaupun saat ini sosial media ataupun aplikasi di app store telah menawarkan berbagai fitur video came, dan kitapun bisa melihat langsung lawan bicara.

Senin(26/02/2018), saya berkesempatan untuk menghadiri sebuah seminar yang diadakan oleh Jurnalis Perempuan Khatulistiwa membahas tentang digital security & coaching clinic : Melindungi Diri di Dunia Digital. Melindungi diri? ada apa dengan dunia digital? sesuatu yang membahayakan? atau ada sesuatu yang mengancam kita ketika menggunakan dunia internet? saya semakin penasaran dengan bahasan ini.

Awalnya saya tidak berekspetasi terlalu tinggi dengan seminar ini, walaupun saya mengikuti dari awal hingga akhir. Namun diluar dugaan awal saya, banyak hal-hal di dunia digital yang harus menjadi perhatiaan saya dalam materi seminar kali ini.

Siapa saja narasumber yang membuat saya memutuskan untuk duduk lama dan mendengarkan dengan tenang, walaupun sebenarnya saya melewati fase-fase kebosanan, namun tetap bisa on lagi mendengarkan materi.

Bertugas sebagai moderator kak Levi pun memandu jalannya seminar.

Doc. Teguh Heriyadi

Anton Muhajir dari SAFEnet , sebagai narasumber pertama yang memaparkan tentang Digital Security Workshop, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) adalah jaringan penggerak kebebasan berekspresi online se-Asia Tenggara, baik organisasi maupun individu, dalam konteks Hak Asasi Manusia.

Baca Juga  5 Alasan kenapa harus menjadi Guru

Dr. Ema Rahmaniah, beliau yang sangat saya kagumi, memiliki latar belakang sebagai seorang dosen dan juga sebagai anggota dari Mafindo, apa itu Mafindo? Mafindo adalah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia.

Jane Aileen, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI)

Arif, Telkomsel


Perisai di dunia digital

Dunia digital adalah dunia yang sangat luas, banyak hal dapat kita ketahui dengan cepat, banyak hal dapat kita lihat, begitu juga banyak hal yang susah dikendalikan apabila sudah dikeluarkan. misalnya ketika kita membuat sesuatu postingan yang kontroversi atau yang siafatnya mengkritik dan kita ingin menghapusnya karena sudah menjadi viral, mungkin saja di akun kita sudah terhapus namun bagaimana dengan orang-orang yang sudah terlanjur membaca, men-skrinsut dan membagikannya. apa masih bisa kita kendalikan?

Saat ini hal yang sifatnya privasi mungkin sudah sedikit menghilang, bahkan sekarang dengan mudahnya orang membagikan data-data privasi mereka di dunia maya. Bahkan mungkin orang akan merasa mengenal lebih dekat dan mengetahui banyak hal tentang kita hanya dengan mengikuti akun kita, mulai dari status, foto bahkan checkin tempat sekalipun, mereka tau.

Apa saja yang menjadi privasi kita?

  • Identitas
  • Lokasi
  • Konten
  • Jaringan Sosial

4 hal ini adalah hal yang termasuk privasi kita di dalam dunia digital, walaupun kadang terabaikan. Namun ada baiknya mulai sekarang lebih memperhatikan hal-hal tersebut untuk keamanan kita dalam dunia digital.

Lalu bagaimana cara mengantisipasi?

1. Kurangi kebiasaan mengakses situs-situs yang dapat mencuri data pribadi seperti mengakses situs porno.

2. Kendalikan tulisan atau foto yang akan dibagikan dan Pengaturan pelacakan lokasi diaktifkan jika sangat diperlukan

3. Lindungi data privasi atau menggunakan password

4.  bersembunyi atau menggunakan penyamaran seperti saat mengakses internet untuk menghindari perekaman pencarian

5. Gunakan alternatif pada situs pencarian yang tidak merekam jejak pencarian seperti duckduckgo sebagai alternatif dari gogle

Hoax, ada disekitar kita?

Baca Juga  Seberkas Cahaya Ilmu di Rumah Pintar Astra

Dalam keamanan digital hal yang paling sering terjadi adalah penyebaran berita palsu atau yang lebih dikenal dengan berita hoax. Berita hoax sudah menyebar hingga berita hoax politik dan lain-lain.

Sudah tidak asing lagi, berita hoax atau pemberitaan palsu (bahasa Inggris: hoax) yang informasi sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Ada banyak berita hoax yang bertebaran, mulai dari info kesehatan bahkan info yang lebih komplek sekalipun bisa saja dibuat menjadi seolah-olah benar. Hal yang melatarbelakangi seseorang membuat berita hoax adalah untuk mempengaruhi emosi, pikiran, perasaan bahkan tindakan seseorang atau kelompok.

saya sendiripun kadang merasa risih dengan berita hoax yang beredar, yang pada akhirnya menimbulkan kecemasan orang banyak, orang yang membagikan mungkin merasa benar dengan ketidaktahuannya dalam menyebarkan informasi, namun ketidaktahuan tersebut sama saja membantu sipembuat berita hoax senang. Membuat berita hoax  sebuah dosakan?  lalu sipembuat berita hoax sedang berbagi dosa jariah dan yang ikut menyebarkannya tanpa jelas sumbernya juga termasuk sedang membuat dosa jariah, jadi pembuat dan yang penyebar berita hoax sama-sama dapat dosa jariahnya. jadi lebih teliti, cek dan ricek deh dengan informasi yang akan kita sebar, jangan sampai niatnya membantu malah jadi menyesatkan.

Hoax Buster tools

Untuk mengurangi kecemasan kita dalam memilah milih berita hoax, aplikasi penangkal hoax buatan anak bangsa yang diluncurkan oleh MAFINDO yaitu Hoax Buster Tools yang juga telah diresmikan oleh Menkominfo pada 12 januari 2018 lalu dan tentu saja bisa didownload langsung secara gratis di App Store.

Fitur Lapor Hoax akan mengirimkan laporan ke email lapor@turnbackhoax.id

 

Saat membuka aplikasi Hoax Buster Tools, dan fitur search tool kita dapat memasukkan konten apapun yang mereka ingin cari tahu kebenarannya.

 

Fitur Image tools untuk mendeteksi kebenaran foto

 Hoax Buster Tools pun dapat mendeteksi akun media sosial yang dianggap menyebarkan berita bohong.

Fitur video tools dapat mendeteksi video hoax

People tool fitr untuk mencari “seseorang” dari Nama, Email, No telp

Baca Juga  Pesona Manfaat Minyak Kecantikan Ajaib Sunflower Beauty Oil , Perawatan Natural dan Alami yang dapat Mengubah Penampilan

 

Aplikasi hoax buster tools tentu saja sangat membantu dalam mem-filter  berita hoax yang beredar. kekhawatiran akan berita yang tidak jelas sumber hanya bermodalkan kiriman-kiriman berantaipun akan sangat mudah diminimalisir dan ancaman berita hoax-pun dapat dengan mudah dikenali.

Ujaran Kebencian dan Persekusi, Pemutus hubungan?

selain berita hoax ada hal lain yang ternyata juga sangat berpengaruh dalam keamanan digital saat ini. Ujaran kebencian dan persekusi, sudah banyak korban ujaran kebencian dan persekusi ini, bahkan hingga adanya bullying di dunia maya dan tentu saja ada banyak yang menjadi tersangka ujaran kebencian.

Apa itu ujaran kebencian?

Doc. YLBHI

Seperti apa unsur-unsur ujaran kebencian?

Doc. YLBHI

Apa itu Persekusi?

Doc. YLBHI

atau bisa disimpulkan persekusi adalah perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik (wikipedia.org)

Tentunya kita harus lebih bijak dalam bersosialmedia, kendalikan setiap postingan dengan tidak menuliskan hal-hal yang memiliki unsur menyakiti pihak lain dan dengan ini telkomsel juga telah berpartisipasi dalam keamanan dunia digital dengan meluncurkan program #internetBAIK. Demi tercapainya tujuan tersebut, Telkomsel juga telah mengadakan Roadshow Duta Internet BAIK di Pontianak pada november 2017.

Ada banyak kasus yang telah terjadi sebagai akibat dari berita hoax, ujaran kebencian dan persekusi, kitalah yang menjadi pengguna internet untuk lebih paham dan bijak dalam menyebarkan hal-hal baik tentunya. Bukankah berbagi kebaikan jauh lebih baik dari pada berbagi hal yang tidak baik. Semoga kita kita bukanlah orang-orang yang mudah untuk terprovokasi dengan banyak isu yang beredar, yang dapat menyebabkan kita berselisih pendapat atau mungkin hingga harus memutuskan silahturahmi. Orang cerdas adalah orang yang pandai mengolah emosinya, orang cerdas tentunya orang yang pandai mencari sumber keabsahan suatu isu, bukan malah menjadi provokator atau penyebab perpecahan

 

One Reply to “Bijak Bersosialmedia dengan Mendeteksi Berita Hoax, Ujaran Kebencian dan Persekusi”

  1. Terima kasih atas informasi seperti ini karena di jaman sekarang Indonesia rawan perpecahan karena berita hoax, ujaran kebencian dan persekusi. Oleh karena itu kita harus menjaga NKRI agar tetap bersatu walaupun berbeda suku,agama, dan ras. Jangan lupa kunjung balik http://www.zeevorte.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *