Bapak, Cinta pertamaku

Besok, 1 agustus 2017. seandainya bapak masih ada usia bapak tepat 52 tahun 2 bulan. namun aku harus berhenti menghitung usia bapak tepat di usia 52 tahun 7 hari. Saat aku berhenti mengusap tangan bapak.

12 hari di rumah sakit berjuang melawan stroke yang kedua kalinya setelah stroke ringan 7 tahun yang lalu, akhirnya bapak menyerah di subuh pukul 03.13 bulan Ramadhan ini.

Subuh pukul 03.00 saat berniat bangun sahur, perawat ruang ICU datang memanggil ” Keluarga Rafiansyah” . rasa gusar dan khawatirpun tentu saja jadi teman aku sekeluarga selama berada di rumah sakit.

Dengan tenang aku menuntun bapak membaca syahadat sambil mencium pipi bapak dan hadapanku bapak menghembuskan napas terakhirnya.

Hati aku hancur, kakiku lemah tak berdaya. Lelaki yang aku jaga selama ini pergi meninggalkan.

Hal yang aku takutkan terjadi, otakku berusaha menyuruhku tegar, tapi aku sama sekali tak bisa. Air mataku mengalir tanpa aku perintah.

Rasa sayangku berlebihan, hingga saat ini aku tak mampu menahan air mataku jika mengingat semua hal tentang bapak.

aku kehilangan banyak hal.

kenanganku terlalu lama bersama bapak, hingga aku tak mampu mengungkap segala hal saat bersamanya.

Jenazah tiba di rumah, rumah telah ramai keluarga dan tetangga yang pergi melayat. Alhamdulillah segala sesuatu terkait prosesi bapak lancar tanpa kendala.

dua bulan lalu, setiap sehabis sholat magrib berjamaah, bapak sering sekali bilang begini ” Pik, belajar cara sholat jenazah,nanti kalau bapak meninggal apik yang sholatkan bapak” . kalimat itu bahkan berulang-ulang diucapkan bapak, hingga kita semua ingat benar dengan amanah bapak.

Rapiq, anak ke-5 bapak yang menjadi imam saat sholat jenazah bapak.

Baca Juga  Purpink hobbyy

Saat pemakaman, aku menjadi sangat kagum dengan sosok bapak. di peristirahatan terakhir bapak, begitu banyak orang mengantar bapak. dipikiran. aku bertanya dalam hati, bagaimana bisa seramai ini? pak. ajarin kakak pak amalan atau kebiasaan apa yang bapak lakukan hingga orang berduyun-duyun seperti ini mengantar bapak.kakak ingin seperti ini pak ketika meninggal. di sholat oleh banyak orang dan diantar seperti ini.

tapi itu hanya mampu aku gumam dalam hati, semua tak akan bisa aku tanya langsung ke bapak, seperti saat dahulu.

Bapak, adalah kamusku. semua hal tentang apapun aku tanyakan ke bapak.

Bapak, adalah pria cerdas yang aku miliki.

Bahkan saat usiaku menginjak SMA, apa kebaikan yang bapak ajarkan ke aku selalu aku sampaikan lagi ke teman-teman dan selalu dengan kata ” Bapak vini bilang . . .”.

Sebelum masuk SD aku sudah pandai membaca dan menghitung. Bapak mengajariku, sosok lelaki mana yang sibuk kerja tapi tetap bisa ngajarin anaknya. Pak, insyaAllah kakak akan tetap menjadi guru untuk menyambungkan amal jariah bapak.

Perhatian bapak ke anak-anak bapak tak pernah bisa kakak lupakan. Pria penyayang anak-anak yang selalu sedia meladeni anak-anak bermain walau secapek apapun, bahkan anak orang lainpun. pak, ketulusan apa yang bapak miliki hingga anak kecilpun sangat mudah dekat dengan bapak.

Lebaran kali ini kami dengan berkumpul dengan tangis kesedihan, tak seceria lebaran tahun kemaren yang kita masih bisa berkumpul dan foto-foto bersama.

Rumah menjadi tempat yang selalu aku rindukan. Mengapa?

karena disana ada banyak kenangan bapak, segala hal tentang bapak. aku hafal betul.

Aku heran, biasanya setiap lebaran, anak-anak kecil selalu datang ke rumah. namun lebaran kali ini sama sekali gak ada. apa mereka datang hanya karena Bapak?

Baca Juga  Aron Ashab - Halalkanmu [Official Video Clip]

Pak, ajarin kakak pak. kakak ingin seperti bapak.

Aku harus menerima kenyataan walaupun aku harus menangis setiap hari, namun aku ikhlas. ini semua sudah Allah gariskan.

Saat sakit di rumah sakit bapak gak ada pesan apa-apa ke aku,  selain bapak bilang ” kak,  kakak jadi perawat ya”.

Aku jawab ” kakak kan jadi guru pak,  gimana bisa jadi perawat? “.

Mungkin karena aku yang selalu ada jaga bapak di rumah sakit. Nemanin mama.

Allah tenangkan hatiku.

bahkan saat menulis ini, air mataku tak berhenti mengalir. Kerinduan yang tak pernah bisa aku ungkapkan sekedar pelukan.

Pegangan tangan ini tak mungkin bisa aku rasakan lagi. Dari kecil hingga saat ini aku paham betul cara bapak menunjukan rasa sayangnya, dengan mengusap punggung tanganku dengan ibu jarinya. Mengingat usapan itu aku menangis sejadi-jadinya. kerinduan yang tak terbalaskan.

Tasbih ini, adalah barang yang selalu nemanin bapak dari ruangan biasa ke ruang HCU hingga di ruang ICU. Istighfar yang menenangkan bapak. Bahkan di hari ulang tahun bapak 1 juni. Bapak nangis dan bilang ke mama ” dek,  darah aku normal karena istighfar, Allah udah bantu nyembuhkan”.

Mungkin hari itu adalah hari dimana bapak bisa berbicara tanpa alat oksigen yang menutupi mulutnya karena setelah hari itu keadaan bapak kembali drop.

Allah, banyak hal yang belum sempat aku berikan ke bapak, Hal-hal yang membuat bapak bangga dan lain-lain. Saat mengingat aku kesal sendiri, namun aku berusaha menyadarkan diriku.

Yang hanya bisa aku lakukan saat ini adalah berdoa dan memperbanyak istighfar untuk bapak, semoga Allah mengampuni segala kesalahan-kesalahan bapak semasa hidupnya.

Baca Juga  5 Tips Menjaga Berat Badan Ideal

Bapak, Cinta pertama kakak.

Cinta kakak ke Bapak tak akan pernah berakhir. Sekalipun kakak harus jatuh cinta pada pria selain bapak.

Maafkan kakak pak, kekeraskepalaan kakak membuat kakak tak sempat menjabatkan tangan bapak pada pria pilihan kakak.

Kakak akan selalu menjaga keluarga, seperti layaknya bapak masih ada.

Kakak, kehilangan kamus kakak pak.

Tapi kakak akan bangkit dan menjadi kamus untuk diri kakak sendiri.

kakak sedih pak, bapak pergi, bahkan hampir 2 bulan ini setiap malam sebelum tidur kakak harus menangis dulu pak.

Tapi bapak tenang pak, anak bapak yang ini memang manja , tapi kakak akan selalu bangkit pak, karena kakak tau bapak punya banyak keinginan untuk anak-anak bapak.

Pak, kakak dan keluarga selalu mendoakan bapak agar Allah selalu memberikan tempat terindah di sisi-Nya

dan Kami juga ikhlas pak.


3 thoughts on “Bapak, Cinta pertamaku

  1. Allahumagfirlahu war ham hu..
    Bapak cinta pertama untuk anak perempuannya, sebaliknya cinta pertama anak laki-laki itu ibunya..

  2. Terbaru bacanya. Suatu saat Ega ada di posisi ini. Ega juga termasuk anak yang paling dekat sama Bapak. Sabar ya Vini. Doa kita sebagai anak salah satu penolongnya. Allah lebih sayang Bapak Vini. Semoga beliau diterima amal ibadahnya. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *