All about Vini

April, I am In Love

Diantara 12 bulan ada satu hari spesial yang ku pilih,  iyaaa 14 April 2019. Aku dinikahi oleh pria yang mengaku siap menemani hari-hariku setelah hari itu.

Bicara tentang pernikahan semua akan satu suara, bahwa pernikahan adalah penyatuan dua karakter yang berbeda dalam satu tujuan bersama. Itu alasan kami menyatukan hati yang sebelumnya tak pernah kami rencanakan akan saling menjadi teman hidup.  Iyaaa hari itu 14 april 2018, kami memilih hari penyatuan hati.

6 bulan setelah lamaran,  kami memutuskan untuk melangsungkan akad nikah,  Vini & Widi.  Nama kami berdua terkesan unik setiap orang yang mendengarnya,  sekilas seperti ada kesamaan dalam penyebutan nama kami. Mungkin itu alasan kami saling menarik diri laksana magnet yang berbeda kutub.

Sebelumnya kita bukanlah dua manusia yang saling kenal namun jalan hidup kita berdua disatukan oleh Allah dalam ikatan sakral yaitu pernikahan.

Sederhana, hanya berawal dari seorang pria yang ingin menjadi peserta acara desain grafis yang saya dan teman-teman adakan, chatingan melalui direction message hingga berlanjut ke chatting whatsapp, mungkin karena kita hanyut dalam obrolan yang kita bilang nyambung.  Eh biasalah, kalau Alm Bapak bilang dulu yaa,  laki-laki itu punya seribu cara untuk menaklukan perempuan.  Nah laki-laki ini pakai satu cara, sok simpati plus SKSd, eh akhirnya beliau sekarang jadi suami yang telinga dan mulutnya buat dengarin dan cerewetin yaa.  Ah sebegitunya beliau saya sangat mencintainya.

Cinta Hadir Setelah Menikah

Itulah yang saya alami. Dari kenal hingga menikah tak ada rasa cinta. Sama sekali.

Tapi saya punya prinsip akan menikahi orang yang Allah pilihkan dan tentu saja saya akan jatuh cinta padanya,  namun setelah menikah.

Baca Juga  Nostalgia Foto Kenangan

Pertama kenal bulan april 2018, lamaran september 2018 dan menikah 14 April 2019.

1 tahun,  tanpa cinta?

Iya benar.

Ada satu keyakinan dalam diri.

“Apa yang Allah mudahkan itulah yang akan saya pilih”.

Dari awal kenal,  lamaran dan menikah semua berjalan layaknya orang-orang normal pada umumnya. Ada tantangannya, namun saya lewati dengan santai dan akhirnya tiba hari kami menikah.

Ternyata beliau dipermudah Allah menjadi suami saya.

Kapan mulai jatuh cinta?

Saat telah menikah,  saat beliau tidur saya pandangi wajahnya sambil berbisik, ini suami vini ya?

Allah datangkan pria ini.

Adaptasi memang tak mudah tapi itulah cara Allah mengenalkan pria ini kepadaku.  Sifat dan segala hal tentangnya.

Kami berusaha menjadi sahabat satu sama lain,  berusaha menjalani peran masing-masing dan Kami mulai menikmati asam garam pernikahan, saling marah. Sampai akhirnya ku mulai jatuh cinta. Gak usah tanya kapan beliau mulai cintanya,  sikapnya membuatku luluh. Aku mulai gak mau jauh dari beliau.

Setelah menikah, sama seperti dulu kami tetap menjalani komunikasi via whatsapp.  Tak ada yang berubah. Malah semakin mesra,  mesra dalam kehalalan.

Jadi,  apa itu jodoh?

Bicara tentang jodoh sudah pastilah bicara tentang masa depan. Namun bagi saya sebagai perempuan yang punya banyak mimpi dan sering kali ketiduran tanpa sengaja karena kelelahan bermimpi, masa depan adalah tentang proses, ambisi dan cita-cita.

Perihal jodoh, tentu sebagai support system yang akan menjadi bagian hidup sepanjang masa. Saya percaya sekali dengan kekuatan membangun cinta dari sebuah kepastian. Tentang cara dan proses menjalani, menghadapi konflik dan cinta yang selalu ada setiap harinya.
Saat pertama kali mengiyakan ajakan menikah ketika pembahasan tentang kebebasan. Bagiku kala itu jawaban logis dan keyakinan untuk menjadi pendukung mimpiku adalah yang terpenting hingga saya berkata ” yoklah nikah”. Se-ringan itu? Tentu ada banyak pertimbangan yang butuh merenung dulu baru memutuskan.

Baca Juga  Hadiah Terindah

Hingga detik ini, jika ditanya perihal jodoh rasanya saya sendiri tak mengerti, semua atas kuasa Allah dan bahkan sayapun sendiri tak mampu menduga. Semuanya rahasia Allah. Namun jodoh menurutku tak jauh dari analogi gembok dan kunci, setiap gembok ada kuncinya meski gak dipungkiri kunci bisa aja di duplikat, namun gak sembarang orang dong bisa memegang duplikatnya, that is Trust. Bukan tentang membuka pintu tapi tentang membuka gembok pertahanan. .

Wahai Kamu si pemilik kunci dan support system-ku

Kadang kita butuh berdebat untuk mendapatkan keputusan. Kadang kita butuh diam untuk menenangkan setiap ego.
Namun layaknya sahabat, akan selalu ada menegur dan ngomelin karena rasa peduli dan lebih dari itu semua, rasa sayang yang Allah berikan dalam ikatan halal adalah pengenggam hati kita.

Kita punya mimpi, berjalan serentak adalah cara awalku menjadi bagian hidupmu. Harmonisasi yang terbentuk dari cerita kita jadi alur irama dan melodi yang indah. Aku percaya itu. “You and I will grow together”.

Allah jaga kami dalam cinta -Mu

Kuatkan hati kami dalam ridha-Mu

Bismillah.

Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’man nashir

 

 

Teacher | Lifestyle | Beauty | Healthy. Contact me at vny41215@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *