Aku dan profesiku

Posted on

 Menjadi guru awalnya bukanlah keinginanku, iya awalnya, aku berkeinginan menjadi seorang analis kesehatan atau seorang psikolog. Namun seiring waktu aku menemukan keindahan menjadi guru. Apa itu? Iyaaa seni menjadi orang tua 😢😢😢.

Anak anak mengajarkanku arti kepolosan dan ketulusan mereka, mereka yang membuatku selalu tersenyum meskipun saat itu sulit untuk tersenyum.
Mereka mengajarkanku menjadi seorang ibu yang adil, siap sedia dan apa yang seharusnya ada pada seorang ibu la. Walaupun hanya 5 jam di sekolah saja. Namun aku belajar banyak hal.

Allah mendidikku melalui mereka.
Melalui setiap pertanyaan konyol mereka dan setiap kesulitan mereka.
Profesi terhebat menurutku adalah menjadi guru.
Membantu mereka mengejar cita cita mereka.
Memotivasi setiap hal baik yang mereka lakukan.
Allah menjaga setiap perkataanku melalui anak anak ini.
Aku harus berkata baik agar anak anak tetap menjadi anak baik. Aku tak boleh membentak karena tak ingin merusak masa depannya kelak. Tepatnya aku tak ingin menuliskan trauma masa lalunya hanya karena hal hal kecil.
Anak anak ku adalah cita citaku saat ini yang aku miliki. Iyaa menjadikan mereka sesuai apa yang mereka cita cita kan.

 Dibelakang tempat aku berdiri ini adalah dinding yang kunamai tembok cita cita.
Ini adalah tugas sekolah yang pertama aku berikan saat mereka naik ke kelas 6, menuliskan cita cita dan menggambarnya dalam secarik kertas gambar.
Aku pikir anak anakku tak akan se antosias seperti ini dengan cita citanya namun kenyataannya mereka sangat menghargai cita citanya. Dan aku kagum ketika mereka menceritakan alasannya mengapa memilih cita cita tersebut. Ada mata yang berkaca kaca seolah keinginannya akan segera terjadi. Semoga saja anak anak ku di masa yang akan datang menjadi apa yang mereka cita cita kan. Aamiin

Baca Juga  kehilangan akun youtube yang lama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *